Diduga Preman Periksa ID Card, Ternyata Sopir Kancab Bulog Pinrang

PINRANG — Upaya menelusuri serapan gabah petani dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kilogram (kg) untuk Gabah Kering Panen (GKP) menemukan berbagai manuver di lapangan. Salah satunya melibatkan sopir Kepala Kantor Cabang (Kancab) Bulog Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Insiden terjadi ketika Andi Guntur Noerman (AG), Pimpinan Umum/Redaksi Media Kosongsatu (01), hendak melakukan konfirmasi investigasi terkait serapan gabah petani di Bulog Pinrang.

Namun, ia justru dihadang oleh seseorang yang belakangan diketahui adalah sopir Kancab Bulog. Dengan suara keras, sopir tersebut meminta ID card AG.

Sikapnya yang berlagak preman, mengenakan celana pendek dan kaos, jelas tidak mencerminkan seorang pejabat atau petugas berwenang yang memiliki hak untuk memeriksa identitas wartawan.

“Saya menilai ada upaya menghalang-halangi konfirmasi. Ini ada apa? Padahal kita membantu pemerintah dalam menjaga stok pangan nasional. Jangan sampai ada pihak yang ingin menggagalkan upaya ini,” ujar Tamrin, salah satu pihak yang turut mengawal investigasi. Senin,(26/3/2025)

Kondisi di lapangan juga menimbulkan tanda tanya. Beberapa gudang Bulog terlihat sepi, padahal musim panen telah tiba. Sumber lain menyebutkan bahwa Kancab Bulog Pinrang,

Ivan Faisal, tampak lebih patuh kepada sopirnya yang merupakan mantan satpam. Bahkan, sopir tersebut diduga memiliki peran besar dalam pengambilan keputusan di Kantor Cabang Bulog Kabupaten Pinrang.

“Pantas saja sopir Kancab berlagak preman memeriksa identitas wartawan yang bukan haknya. Ada indikasi kuat bahwa tindakan ini mendapat restu dari Kancab,” ungkap sumber lain.

Beberapa karyawan Bulog yang enggan disebutkan namanya juga berbisik bahwa Kancab sebenarnya berada di kantornya, tetapi enggan ditemui tanpa izin dari sopirnya.

Hal ini semakin menguatkan dugaan adanya sesuatu yang disembunyikan di balik hubungan erat antara Kancab dan sopirnya.

(Tamrin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *