KOSONGSATUNEWS.COM, PAREPARE, — Pertemuan Saudagar Parepare 2026 berakhir dengan beragam usulan dan masukan untuk ke depan. Pertemuan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Parepare itu, disepakati tetap dilanjutkan tahun depan namun dengan penamaan berbeda, lebih meluas, dan memiliki daya tarik atau magnet.
Dari beragama masukan diusulkan agar kata “Saudagar” dihilangkan. Penamaannya diharapkan lebih meluas bukan hanya pada satu profesi. Karena dengan penamaan Pertemuan Saudagar Parepare pada tahun ini, banyak diaspora asal Parepare ingin hadir bersilaturahmi, namun merasa dirinya bukan profesi saudagar, sehingga urung hadir.
Salah satu peserta Pertemuan Saudagar Parepare yang merupakan saudagar di Kalimantan Timur era 90-an, H Bakhtiar Syarifuddin (HBS) mengusulkan agar penamaan kegiatan tahun depan diganti menjadi “Pertemuan To Parepare”.
Juga diusulkan agar dibentuk tim kerja atau apapun namanya yang bertugas untuk mempersiapkan segala sesuatunya menghadapi pertemuan dimaksud.
“Ada tujuh penamaan yang diusulkan peserta, tapi nanti tim pekerja yang merumuskan, dan akan diputuskan di pertemuan tahun depan,” kata HBS yang merupakan pengusaha hasil bumi di Samarinda, Kaltim, pada 1990 hingga 2010.
HBS mengulas, dengan penamaan lebih meluas tidak spesifik pada satu profesi, maka para diaspora atau perantau asal Parepare di luar daerah dari beragam profesi turut terpanggil hadir. Hadir untuk bersilaturahmi setelah lebaran di kampung halaman, bertemu dengan pemerintah dan masyarakat Parepare, sekaligus berdiskusi, bertukar ide dan gagasan, yang muaranya untuk kemajuan Parepare.
“Mungkin ada dosen, ada dokter atau profesi lainnya yang ingin hadir dan siap berkontribusi untuk kampung halamannya. Kan kontribusi tidak harus fisik, bisa juga non fisik seperti peningkatan SDM. Tapi pertemuan ini harus ada magnetnya supaya orang tertarik hadir. Misalnya ada dokter yang menyiapkan sunatan gratis, atau ada pengusaha travel yang menyumbang umrah gratis, nah itu bisa menjadi daya tarik. Orang pun pasti berbondong-bondong saling mengajak ayo hadiri Pertemuan To Parepare tahun depan,” ulas HBS.
Sehingga dengan penamaan lebih meluas, menurut HBS, pertemuan ke depan nantinya tidak identik atau bahkan disebut turunan dari Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) misalnya. Tapi menjadi wadah untuk semua diaspora asal Parepare, bertemu bersilaturahmi setelah lebaran, menjadi tempat sharing dan mensinergikan seluruh ide dan gagasan yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan Parepare.
“Ini sejalan dengan visi Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota mewujudkan Parepare sebagai Kota Terbaik Sejahtera dan Maju. Dan sudah diputuskan bahwa pertemuannya dilanjutkan tahun depan, waktunya ditetapkan tiga hari setelah lebaran (berdasarkan keputusan pemerintah), penamaannya Insya Allah merangkul semua diaspora Parepare. Karena kita semua ingin melihat Kota Parepare menjadi yang terbaik, lebih sejahtera dan maju,” tegas HBS yang juga Muassis Majelis Syuhada Parepare. (MDS)

































