KOSONGSATUNEWS.COM, MAMASA — Bupati Mamasa Welem Sambolangi mengatakan bahwa kopi Mamasa bukan merupakan barang baru, karena komoditas tersebut sangat cocok dikembangkan di Mamasa dan sudah ditanam sejak dahulu.
“Kopi Mamasa bukan hanya sebagai tanaman yang bernilai bisnis tinggi tetapi merupakan tanaman kebudayaan yang didalamnya telah ditanamkan nilai-nilai kearifan lokal.
“Kopi telah menjadi simbol dan kearifan lokal Mamasa sejak dahulu kala. Maka waktunya hari ini kopi Mamasa akan kita klaim sebagai produk asli dan hasilnya akan kita rasakan sendiri, bukan diklaim oleh pihak luar.” Kata Bupati Welem dalam pertemuan yg digelar di Ruang kerja Bupati Mamasa, Rabu 18/2/2026.
Bupati berharap dengan pertemuan yang digelar hari ini dalam rangka penandatanganan dan penetapan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Mamasa antara Pemda Mamada dengan Politeknik Negeri Pangkep, pengembangan kopi Mamasa dan klaim produk kopi Mamasa dapat ditindak lanjuti secara serius.
“Saya berharap tdk perlu lagi terlalu banyak rapat, terlalu banyak rekomendasi tentang kopi, tapi yang kita tunggu adalah kerja serius dan hasilnya betul-betul bermanfaat bagi petani. Mamasa harus segera memiliki sertifikat dan kemandirian kopi Mamasa sudah memang harus diwujudkan dengan segera.” Tegas Bupati.
Sementara itu Perwakilan Direktur Politeknik Negeri Pangkep Dr. Reta, S. TP., M. Si memaparkan bahwa saat ini telah dirapatkan pembentukan MPIG Kopi Mamasa dan dalam jangka enam bulan ke depan IG Kabupaten Mamasa sdh dipastikan akan diterbitkan.
Pertemuan itu juga dihadiri oleh Plt. kepala Dinas Pertanian Bernard, S. P, para kepala OPD terkait dan juga para pengusaha dan pelaku UMKM Kopi Mamasa. (Ayu)












