MAMASA, KOSONGSATUNEWS.COM, – Sejumlah warga Desa Salumokanan, Kecamatan Rantebulahan Timur, Kabupaten Mamasa, mendesak aparat pengawas dan penegak hukum melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan Dana Desa yang telah digelontorkan selama beberapa tahun terakhir.
Desakan tersebut muncul setelah masyarakat menilai penggunaan anggaran desa belum menunjukkan hasil pembangunan yang signifikan dan belum memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan warga.
Dalam aduan yang diterima media pada Kamis (11/6/2026), warga mempertanyakan berbagai program yang telah dianggarkan sejak masa kepemimpinan Kepala Desa Mulyadi hingga saat ini.
Menurut mereka, pembangunan fisik yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat masih sangat minim dibandingkan dengan besarnya dana yang telah masuk ke desa setiap tahun.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah belum terealisasinya pembangunan jembatan di wilayah Kajumea. Infrastruktur tersebut dinilai sangat penting karena menyangkut akses dan mobilitas masyarakat sehari-hari.
“Sudah lama masyarakat berharap jembatan itu dibangun, tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya. Padahal kebutuhan itu sangat mendesak bagi warga,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Selain pembangunan infrastruktur, warga juga mempertanyakan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang sebelumnya disebut menerima alokasi anggaran cukup besar.
Program pengadaan pupuk dan sejumlah unit usaha desa yang pernah dijalankan kini dinilai tidak lagi terlihat aktivitas maupun manfaatnya bagi masyarakat.
Menurut warga, berbagai program yang pernah digagas melalui Bumdes seolah hilang tanpa kejelasan perkembangan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengelolaan anggaran serta pertanggungjawaban penggunaan dana yang telah dialokasikan.
“Masyarakat berhak mengetahui ke mana arah penggunaan anggaran desa. Kami berharap ada keterbukaan dan penjelasan yang jelas terkait program-program yang telah dibiayai menggunakan uang negara,” kata warga lainnya.
Di tengah berbagai pertanyaan tersebut, masyarakat menilai hanya satu unit kendaraan roda empat yang dikenal sebagai mobil siaga desa yang terlihat secara fisik sebagai aset hasil penggunaan anggaran desa.
Namun warga berharap pembangunan yang lebih menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dapat menjadi prioritas utama pemerintah desa.
Atas dasar itu, masyarakat meminta Inspektorat Kabupaten Mamasa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta aparat penegak hukum untuk turun melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan objektif terhadap pengelolaan Dana Desa Salumokanan.
Warga menegaskan audit diperlukan untuk memastikan seluruh penggunaan anggaran telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kalau memang semua sudah sesuai aturan, audit justru akan menjadi jalan untuk menjelaskan kepada masyarakat. Tetapi kalau ada persoalan, tentu harus ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku,” ungkap seorang warga.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Salumokanan, Mulyadi, telah dilakukan melalui pesan WhatsApp sejak 11 Juni 2026.
Namun hingga berita ini diterbitkan pada 12 Juni 2026, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi atas berbagai pertanyaan yang disampaikan media. (Ayu)


















