Rektor UMS Rappang Jadi Co-Promotor Eksternal, Dosen Yayuk Astuti Sukses Jalani Ujian Tertutup Disertasi di UMY

YOGYAKARTA, KOSONGSATUNEWS.COM, — Dosen Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Yayuk Astuti, S.Pd., M.A.P., sukses menjalani Ujian Tertutup Disertasi pada Program Doktor Ilmu Pemerintahan, Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Ujian tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademiknya menuju penyelesaian studi doktoral.

Dalam ujian tersebut, Yayuk Astuti mengangkat disertasi berjudul “Tingkat Kematangan Digital: Studi Kasus Implementasi E-Services di Kota Makassar dan Kabupaten Sidenreng Rappang Provinsi Sulawesi Selatan.” Penelitiannya vmembahas transformasi digital pemerintah daerah, khususnya perbedaan tingkat kematangan layanan elektronik antara wilayah urban dan semi-rural.

Sebagai dosen UMS Rappang, capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi pribadi peneliti, tetapi juga bagi institusi tempatnya mengabdi.

Disertasi ini memiliki relevansi kuat dengan penguatan tata kelola pemerintahan digital, peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis elektronik, serta pengembangan kapasitas pemerintah daerah dalam menghadapi era transformasi digital.

Hal yang juga membanggaan dalam proses akademik bagi Yayuk adalah keterlibatan Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., sebagai Co-Promotor Eksternal. Kehadirannya sebagai bagian dari tim pembimbing menunjukkan dukungan langsung pimpinan UMS Rappang terhadap peningkatan kualitas sumber daya dosen, khususnya dalam pengembangan keilmuan pemerintahan, pelayanan publik, dan transformasi digital daerah.

Dalam proses akademik penyusunan disertasi, Yayuk Astuti didampingi oleh Prof. Dr. Ulung Pribadi, M.Si. sebagai Promotor, serta Prof. Dr. Titin Purwaningsih, M.Si. dan Prof. Dr. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si. sebagai Co-Promotor. Keterlibatan Prof. Dr. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si. sebagai Co-Promotor Eksternal menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas bimbingan ilmiah, sekaligus menunjukkan sinergi akademik antara UMY dan UMS Rappang dalam pengembangan kapasitas dosen.

Ujian tertutup disertasi ini juga menghadirkan tim penguji dari kalangan akademisi senior dan pakar di bidang ilmu pemerintahan, kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, serta transformasi digital.

Adapun tim penguji dalam ujian tertutup tersebut adalah Prof. Eko Priyo Purnomo, M.Si., M.Res., Ph.D., Prof. Dr. Dyah Mutiarin, M.Si., Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., dan Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P. Kehadiran para penguji tersebut memberikan penguatan akademik melalui masukan, kritik, dan arahan konstruktif bagi penyempurnaan disertasi Yayuk Astuti.

Pilihan Yayuk Astuti untuk

“Alasan saya menempuh studi doktoral di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini karena UMY dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi Islam terkemuka di Indonesia yang terus menunjukkan penguatan reputasi nasional dan internasional. Pada QS World University Rankings 2027, UMY tercatat berada pada kelompok peringkat #1201–1400 dunia,” ujar Yayuk saat dihubungi, Kamis (16/07/2026).

Dalam pemberitaan resmi UMY, capaian tersebut juga menegaskan posisi UMY sebagai Universitas Islam terbaik nomor satu di Indonesia. Penguatan reputasi internasional UMY juga terlihat dari capaian pada QS Asia University Rankings 2026, di mana UMY disebut berhasil naik ke peringkat 526 di Asia.

Capaian ini menunjukkan komitmen UMY dalam memperkuat kualitas akademik, reputasi riset, jejaring internasional, serta internasionalisasi pendidikan tinggi.

Bagi Yayuk Astuti, reputasi UMY sebagai kampus Islam unggul dan bereputasi internasional menjadi salah satu pertimbangan penting dalam memilih kampus tersebut sebagai tempat menempuh pendidikan doktoral. UMY dipandang bukan hanya sebagai kampus yang menanamkan nilai-nilai keilmuan dan keislaman, tetapi juga sebagai institusi yang memiliki komitmen kuat terhadap kualitas riset, tata kelola akademik, dan pengembangan ilmu pemerintahan yang relevan dengan kebutuhan bangsa dan daerah.

Disertasi ini menghasilkan kontribusi penting dalam memahami bahwa kematangan digital pemerintah daerah tidak selalu bergerak dalam satu jalur yang sama.

Kota Makassar sebagai wilayah urban menunjukkan kecenderungan kematangan digital berbasis struktur dan teknologi, sedangkan Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai wilayah semi-rural memperlihatkan potensi kematangan digital yang lebih kontekstual dan adaptif terhadap kebutuhan lokal.

Melalui penelitian ini, Yayuk Astuti berharap hasil kajiannya dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan studi pemerintahan digital, sekaligus menjadi masukan praktis bagi pemerintah daerah dalam menyusun strategi transformasi digital yang lebih sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.

Keberhasilan pelaksanaan ujian tertutup ini menjadi momentum penting bagi Yayuk Astuti sebagai dosen UMS Rappang untuk terus memperkuat kapasitas akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Capaian ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika UMS Rappang dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, memperkuat budaya akademik, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.(MDS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *