SIDRAP, KOSONGSATUNEWS.COM, — Ada yang meneliti kesejahteraan dan kinerja aparatur, ada yang mengulik transformasi layanan administrasi kependudukan, dan ada pula yang mengkaji bagaimana pemerintah daerah membuka ruang partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Tiga mahasiswa Program Studi Administrasi Publik (AP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menjalani ujian skripsi pada hari yang sama, Senin (31/8/2026).
Menariknya, ketiganya sama-sama dinyatakan lulus. Ketiga mahasiswa tersebut yakni Jessycha Putri Riana, Nurfadillah, dan Anastasya.
Meski menghadapi ujian pada hari yang sama, masing-masing membawa topik penelitian yang berbeda dan berangkat dari persoalan nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan publik.
Usai melewati tahapan ujian skripsi, ketiganya pun mengabadikan momen bersama.
Bagi mereka, foto tersebut bukan sekadar dokumentasi, tetapi menjadi penanda berakhirnya salah satu fase penting dalam perjalanan akademik di bangku perguruan tinggi.
Menariknya, ketiga skripsi tersebut sama-sama mengangkat isu yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Jessycha Putri Riana mengangkat penelitian berjudul “Pengaruh Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sidenreng Rappang.”
Penelitian tersebut dibimbing oleh Astinah Adnan dan Sofyan B.
Jessycha berangkat dari persoalan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), salah satu kebijakan pemerintah daerah yang diberikan sebagai tambahan penghasilan dengan tujuan meningkatkan motivasi dan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN).
Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan sejumlah persoalan, mulai dari keterlambatan pencairan, ketidakpastian besaran TPP hingga belum optimalnya dampak pemberian TPP terhadap disiplin dan produktivitas pegawai.
Kondisi tersebut kemudian menjadi alasan Jessycha menguji seberapa besar pengaruh TPP terhadap kinerja pegawai.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 45 pegawai dengan teknik sampling jenuh.
Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dan uji t dengan bantuan aplikasi SPSS.
Hasilnya menunjukkan TPP memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa pemberian TPP yang dilakukan secara adil, transparan, dan tepat waktu dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendorong motivasi, disiplin, dan produktivitas pegawai.
Sementara itu, Nurfadillah memilih isu yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat di era digital.
Ia meneliti “Implementasi Kebijakan Identitas Kependudukan Digital dalam Pelayanan Publik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Parepare Provinsi Sulawesi Selatan.”
Penelitian tersebut dibimbing oleh Monalisa Ibrahim dan Andi Uceng.
Nurfadillah menganalisis bagaimana implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) diterapkan dalam pelayanan publik sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang masih dihadapi masyarakat dan pemerintah.
Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teori implementasi kebijakan George C. Edward III yang mencakup komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi.
Selain itu, Nurfadillah menggunakan teori Servqual untuk melihat kualitas pelayanan publik.
Hasil penelitian menunjukkan implementasi IKD di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Parepare telah berjalan cukup baik.
Namun, sejumlah persoalan masih ditemukan sehingga penerapannya belum sepenuhnya optimal.
Berbeda dengan dua rekannya, Anastasya mengangkat isu mengenai keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan.
Skripsinya berjudul “Peran Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah terhadap Perencanaan Pembangunan Partisipatif di Kabupaten Sidenreng Rappang.”
Penelitian tersebut dibimbing oleh Monalisa Ibrahim dan Hariyanti Hamid.
Anastasya ingin mengetahui seberapa besar peran Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) dalam mendorong perencanaan pembangunan yang melibatkan masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran BAPPERIDA memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perencanaan pembangunan partisipatif.
Tiga penelitian tersebut memang membahas tema yang berbeda. Jessycha berbicara mengenai kinerja aparatur, Nurfadillah menyoroti digitalisasi pelayanan kependudukan, sementara Anastasya mengkaji partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Namun, ketiganya memiliki satu benang merah: bagaimana administrasi publik dapat menghadirkan pemerintahan yang lebih efektif dan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.
Ujian skripsi pada hari yang sama akhirnya menjadi cerita tersendiri bagi ketiganya.
Setelah melewati proses panjang penelitian, pengumpulan data, penyusunan skripsi hingga mempertanggungjawabkan hasil penelitian di hadapan penguji, tiga mahasiswa tersebut akhirnya sama-sama memperoleh kabar baik: dinyatakan lulus.
Bagi Jessycha, Nurfadillah, dan Anastasya, hari itu bukan hanya tentang menyelesaikan ujian.
Hari tersebut menjadi penanda bahwa satu perjalanan akademik telah dituntaskan, sekaligus menjadi awal untuk membawa pengetahuan yang mereka peroleh di kampus ke ruang pengabdian yang lebih luas.
Sebab, tiga skripsi itu pada akhirnya bukan sekadar tumpukan halaman dan angka hasil analisis. Di baliknya ada persoalan pemerintahan, pelayanan publik, aparatur, teknologi, dan masyarakat yang nyata di lapangan.
Dan dari ruang akademik itulah, ketiganya mencoba menawarkan jawaban.(MDS)




















