SIDRAP, KOSONGSATUNEWS.COM, — Program Studi S1 Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) mengembangkan pola bimbingan skripsi berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Sistem ini dirancang agar proses bimbingan tidak hanya berorientasi pada jumlah pertemuan, tetapi juga capaian mahasiswa di setiap tahapan penyelesaian skripsi.
Inovasi tersebut dituangkan dalam Matriks Bimbingan Skripsi Berbasis OBE yang dirancang Muh. Wildan Mauludy, A.Md., S.Pd., M.Kom.
Matriks ini menjadi instrumen untuk membuat proses bimbingan lebih terarah, sistematis, terukur, sekaligus berorientasi pada capaian pembelajaran mahasiswa.
Dalam matriks tersebut, proses penyelesaian skripsi dipetakan ke dalam 16 tahapan pertemuan.
Tahapan itu dimulai dari pemetaan minat, kompetensi, dan masalah penelitian, validasi masalah dan literatur awal, penetapan judul, penyusunan abstrak dan desain penelitian, penyusunan proposal, seminar proposal, pelaksanaan penelitian, pengolahan dan analisis data, penyusunan hasil dan pembahasan, hingga persiapan dan pelaksanaan sidang skripsi.
Menariknya, setiap tahapan tidak hanya memuat aktivitas konsultasi. Matriks juga menetapkan fokus dan target, luaran yang harus dihasilkan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang didukung, serta status atau gate yang harus dipenuhi mahasiswa sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.
Ada Sistem ‘Gate’, Mahasiswa Tak Cukup Hanya Rajin Bimbingan
Salah satu karakter utama matriks tersebut adalah penerapan sistem gating. Dengan mekanisme ini, mahasiswa tidak sekadar memenuhi jumlah pertemuan bimbingan, tetapi harus menunjukkan capaian tertentu untuk dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.
Beberapa gate yang dirancang antara lain Gate 1: Judul Fix, Gate 2: Layak Seminar Proposal, Gate 3: Proposal Disetujui, Gate 4: Data dan Analisis Valid, Gate 5: Layak Ujian Skripsi, serta Gate 6: Lulus/Revisi Akhir.
Dengan pola tersebut, keberhasilan proses bimbingan tidak lagi semata-mata diukur dari seberapa sering mahasiswa bertemu dosen pembimbing. Ukuran keberhasilannya juga dilihat dari produk dan capaian yang dihasilkan mahasiswa pada setiap tahapan penelitian.
Wildan mengatakan matriks tersebut masih berupa rancangan yang terbuka untuk disempurnakan. Menurutnya, masukan dari para dosen diperlukan agar instrumen tersebut dapat menjadi sistem yang sesuai dengan kebutuhan Program Studi Bisnis Digital.
“Matriks Skripsi OBE ini masih perlu disempurnakan sesuai dengan saran dan masukan dari Bapak/Ibu dosen di Program Studi Bisnis Digital FEB UMS Rappang. Saat ini matriks tersebut sudah mulai saya terapkan dan juga telah digunakan oleh beberapa dosen di Program Studi Bisnis Digital,” ujar Wildan.
Ia menjelaskan, penerapan matriks tersebut diharapkan dapat memberikan alur bimbingan yang lebih jelas, baik bagi mahasiswa maupun dosen pembimbing.
Mahasiswa dapat mengetahui target yang harus dicapai dalam setiap konsultasi. Sementara dosen memiliki acuan untuk memastikan capaian tertentu telah terpenuhi sebelum mahasiswa melanjutkan ke tahapan penelitian berikutnya.
“Harapannya, mahasiswa tidak hanya datang untuk konsultasi, tetapi setiap konsultasi memiliki target dan menghasilkan luaran yang jelas. Dengan demikian, proses penyelesaian skripsi dapat lebih terarah dan capaian mahasiswa dapat dipantau secara bertahap,” katanya.
Pengembangan matriks bimbingan skripsi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi pendidikan berbasis capaian atau OBE di lingkungan UMS Rappang.
Wildan menyebut gagasan tersebut sejalan dengan arahan Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., yang mendorong penguatan implementasi OBE, termasuk dalam proses penyusunan dan pengembangan kurikulum program studi.
“Ini merupakan salah satu upaya menerjemahkan konsep OBE ke dalam proses yang lebih praktis, khususnya pada pelaksanaan bimbingan skripsi. Karena itu, matriks ini tidak dimaksudkan sebagai produk final, tetapi sebagai bahan awal yang perlu kita rumuskan dan sempurnakan bersama tim dosen,” jelasnya.
Matriks Bimbingan Skripsi Berbasis OBE selanjutnya akan dibahas dalam rapat dosen Program Studi Bisnis Digital FEB UMS Rappang.
Forum tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mengevaluasi rancangan, menyerap masukan dosen, menyesuaikan matriks dengan karakteristik keilmuan Bisnis Digital, sekaligus merumuskan standar bimbingan yang dapat diterapkan secara bersama.
Sejumlah aspek yang akan menjadi perhatian antara lain kesesuaian setiap tahapan dengan CPL program studi, standar luaran setiap konsultasi, kriteria kelayakan pada masing-masing gate, pembagian peran dosen pembimbing, hingga mekanisme monitoring capaian mahasiswa.
Jika telah disepakati bersama, matriks tersebut diharapkan dapat berkembang dari instrumen yang digunakan oleh dosen tertentu menjadi standar internal Program Studi Bisnis Digital dalam pelaksanaan bimbingan skripsi.
“Prinsipnya, kita ingin membangun sistem yang memudahkan dosen dan mahasiswa. Namun, standar tersebut harus dirumuskan bersama agar menjadi kesepakatan Prodi, bukan hanya gagasan dari satu orang. Saya sangat terbuka terhadap koreksi, saran, dan penyempurnaan dari Bapak/Ibu dosen,” tutur Wildan.
Matriks tersebut menempatkan bimbingan skripsi sebagai bagian dari proses pembelajaran yang berkelanjutan. Setiap konsultasi diarahkan untuk menghasilkan capaian konkret, mulai dari rumusan masalah, research gap, judul penelitian, desain penelitian, proposal, data, hasil analisis, pembahasan, hingga kontribusi penelitian.
Melalui pendekatan tersebut, skripsi diharapkan tidak lagi sekadar dipandang sebagai tugas akhir yang harus diselesaikan mahasiswa. Lebih dari itu, proses penyusunan skripsi menjadi sarana untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dan learning outcomes yang telah ditetapkan Program Studi Bisnis Digital.
Pengembangan Matriks Bimbingan Skripsi Berbasis OBE ini menjadi salah satu langkah Prodi Bisnis Digital FEB UMS Rappang dalam membangun sistem pembimbingan yang lebih terstruktur, transparan, terukur, dan berorientasi pada capaian mahasiswa.
Langkah tersebut sekaligus diharapkan dapat memperkuat budaya mutu akademik serta mendorong proses penyelesaian tugas akhir yang lebih sistematis di lingkungan UMS Rappang.(MDS)




















