MAKASSAR, 10 September 2026 – Satuan Basis (Satbas) Banteng Subsidi mengangkat laporan serius mengenai dugaan penyimpangan besar dalam distribusi BBM, khususnya jenis Bio Solar. Puluhan kendaraan pengangkut yang beroperasi atas nama perusahaan tertentu dinilai tidak sepenuhnya tercatat sah dalam jaringan maupun kemitraan resmi Pertamina Patra Niaga. Celah ini juga disinyalir dimanfaatkan sejumlah perusahaan pertambangan di wilayah Sulawesi.
Satbas yang dipimpin Sultan Bakri M dalam pemantauannya menemukan indikasi kuat bahwa perusahaan tambang—terutama di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah—memburu pasokan tidak resmi untuk memangkas biaya. Hal ini terbukti dari ketidaksinkronan data: volume produksi tambang seringkali tidak sebanding dengan catatan pembelian BBM resmi.
Mekanisme Aliran Mencurigakan
Praktik ini diduga berjalan berliku:
✅ Menggunakan nama/bendera perusahaan pengangkutan, namun dokumen pengangkutan diragukan keabsahannya, bahkan ada namanya pinjam bendera perusahaan dengan dalih bayar fee ke perusahaan Resmi (Pinjam Pakai Perusahaan)
✅ Modus operandi: faktur terbang, dokumen parsial atau palsu — hanya formalitas administrasi
✅ BBM diselewengkan dari jalur resmi, bukan untuk konsumsi tercatat, lalu dialirkan langsung ke lokasi tambang
✅ Warga melaporkan banyak kendaraan tangki biru beroperasi malam hari; sebagian terlihat resmi namun identitas kendaraan & surat jalan belum tentu valid
Satbas: Penegak Hukum Jangan Pura-pura Tidak Tahu!
Penyimpangan ini merugikan kas negara, memicu kelangkaan dan antrean panjang di SPBU serta ketidakadilan pasar.
“Kami minta aparat jangan tutup mata. Harus telusuri hubungan kerja dengan mitra resmi, cek kebenaran surat jalan, faktur, serta cocokkan pemakaian BBM dengan hasil produksi nyata perusahaan,” tegas Ketua Satbas Sultan Bakri M.
Satbas menekankan:
– Perlu periksa satu per satu identitas kendaraan meski perusahaannya terdaftar
– Jangan terjebak tampilan luar; teliti muatan, asal Depo & kelengkapan perjalanan
– Kerugian negara harus dihentikan; pajak & pemasukan negara jangan bocor karena aliran gelap
Panggilan Transparansi ke Semua Pihak
Satbas mendesak Pemerintah, Penegak Hukum, Pertamina Patra Niaga, dan pengawas:
🔹 Lakukan audit/investigasi mendalam & transparan
🔹 Cocokkan data konsumsi energi dengan aktivitas lapangan riil
🔹 Putus rantai mafia di jalur pengangkutan & penyaluran
🔹 Pastikan pasokan terjaga, rakyat terlindungi & celah kerugian ditutup tuntas
Catatan satbas sudah banyak tambang ilegal yang di proses oleh mabes polri, sehingga sudah di pastikan tambang-tambang ilegal gunakan bbm ilegal.





















