SEKIAN LAMA OPERASI. BASMI PABRIK ROKOK ILEGAL KABUPATEN SOPPENG.

Menjadi klimax kekecewaan sejumlah Tokoh masyarakat Kabupaten Soppeng. Sulawesi Selatan. Tentang menjamurnya dugaan Pabrik Rokok Ilegal di Kota Kalon tersebut.

Memang murah, karena tidak membayar Bea Cukai yang sebenarnya, bahkan ada Perusahaan Rokok yang tidak menggunakan, demi mendapat ke untungan berlipat ganda.

Penampakan tersebut membuat gundah, apalagi nampak visual, menjadi ATM bagi oknum berselerah, uang pengamanan barang Ilegal.

Untuk tidak terusik Bos Pabrik di tengarai Ilegal itu, menutup rapat kawasan Pabriknya, dengan menggunakan preman tengik untuk menjaga.

“Jelas merugikan Negara Pak, serta pihak perusahaan Rokok yang resmi. Tapi yang di untungkan juga Pejabat dan lainnya.” Teriak sejumlah Tokoh yang empati dengan Negara.

Tim Wartawan Media Kosongsatu New mencoba menyelusuri jejak dan perakteknya, ternyata hanya oknum khusus yang terdaftar mendapat Fee, diluar itu, jangan mendekat.

Kolaborasi inilah menjadi perekat langgengnya Rokok Ilegal, serta menjadi mulus pemasan menerobos Desa, Kabupaten hingga Provensi.

Ini akibat lemahnya pengawan, jelas sumber menggerutu, berharap namanya tidak di tulis, akibat takut pada Mafia Rokok.

Suatu ketika, ada sumber menyebut. Bea Cukai Kota Parepare, kewalahan, dengan personil yang jumlahnya, tidak sebanding dengan jumlah Daerah yang di tangani. (A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *