MAMASA — Komika nasional Pandji Pragiwaksono menuai gelombang kecaman dari berbagai kalangan masyarakat Toraja setelah beredar luas potongan video yang dinilai menyinggung adat dan budaya Toraja.
Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 40 detik itu, Pandji menyebut banyak masyarakat Toraja jatuh miskin karena adat. Ia juga menggambarkan situasi seolah-olah jika warga Toraja tidak memiliki uang untuk menggelar upacara pemakaman, jenazah akan dibiarkan di ruang tamu atau di depan televisi.
Pernyataan tersebut dianggap menyesatkan dan merendahkan martabat budaya Toraja yang dikenal menjunjung tinggi penghormatan terhadap leluhur melalui tradisi Rambu Solo’.
Salah satu tokoh muda asal Toraja, Arkelaus Amba Madika, mengecam keras ucapan Pandji.
“Pandji telah menjadikan adat Toraja sebagai bahan lawakan, itu sangat fatal. Tidak ada orang Toraja menjadi miskin karena menghormati leluhurnya lewat adat. Saya belum pernah mendengar ada jenazah yang dibiarkan di ruang tamu karena tidak mampu menggelar Rambu Solo,” ujar Arkelaus, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPK KNPI Kecamatan Masanda.
Ia menegaskan agar publik, khususnya figur publik seperti komedian, tidak asal berbicara tentang adat atau kebiasaan suatu suku tanpa memahami kebenarannya.
“Jangan coba-coba menyinggung adat atau kebiasaan suatu suku tanpa tahu persis kebenarannya,” tambahnya.
Senada dengan itu, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Rukka Sombolinggi, turut menyampaikan keprihatinannya atas pernyataan yang beredar tersebut.
“Coba kita, sebagai orang Toraja, bagaimana menyikapi video itu. Silakan masyarakat menulis opininya sendiri. Saya pun ingin sekali dipertemukan dengan orang tersebut, apakah benar dia berkata begitu dan jika benar, apa maksudnya,” tutur Rukka. (Ayu)








