PINRANG – KOSONG SATU. Tertutupnya pemilik gudang H.Cakra memberikan keterangan seputar keberadaan gudang miliknya di Bilibili, Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang, diduga adanya kegiatan pengoplosan beras dalam gudang tersebut.
Tindakan pengoplosan beras di gudang Bilibili sangat rentan terjadi, selain gudang tersebut memiliki mesin pemoles, juga diduga di dalam gudang tersebut tersimpan beras menir (butiran beras patah kecil) yang bisa saja digunakan mencampurkan dengan beras kualitas baik.
Adanya mesin pemoles beras di dalam gudang H. Cakra, seperti yang diakui salah satu karyawannya, diduga memoles beras kualitas buruk (coklat) untuk menjadi putih dan layak jual dengan harga tinggi.
Masyarakat mengharapkan adanya tindakan aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan didalam gudang tersebut. Jika dugaan pengoplosan beras benar tejadi, ini akan merugikan konsumen karena mendapatkan kualitas yang lebih rendah dari harga yang dibayar.
“Kegiatan pemolesan beras dalam gudang itu, juga patut di curigai, jangan sampai beras ya g dipoles melalui mesin tersebut menggunakan bahan kimia, seperti pewangi atau pemutih untuk menyamarkan kualitas aslinya,” kata Amir, salah satu warga Suppa.
Hingga berita ini diturunkan, pemilik gudang H.Cakra belum memberikan klarifikasi atas berita sebelumnya terkait legalitas gudang miliknya. (**)








