Sejumlah Elit di Kota Niaga, sebutan lain Kota Parepare, Sulawesi Selatan. berteriak termasuk dari pihak Legeslatif, sebagai corong aspirasi rakyat, nampak gundah dengan keberadaan Proyek ” gemuk ” di lingkup Dinas Pendidikan.
Hebohnya, yang bekomputen di Proyek tersebut, tidak bergeming, bahkan cuek, seolah Elit dan Legislatif yang mengkritik, hanya sebatas bluffing (gertakan).
Kilas balik kejadian tersebut, adalah fenomena buruk menimpa kalangan eksekutif yang tidak lagi mesra dengan Legislatif yang memiliki hak kontrol.
” lihat sendiri pak, Anggaran proyek Revitalisasi hampir menggapai Rp 900 Juta, sontak bersamaan proyek toilet Rp 176 jita per unit, yang berjumlah 21 toilet. Wakil Walikota juga turut prihatin dengan kejadian ini.” Ungkap sumber.
Ada indikasi merona, dengan kehadiran kontraktor pemain lama, dalam nyecas Proyek, piawai dalam berkamuplase, hingga kontraktor lainnya tersingkir.
“yaaa itu – itulah, dia juga bertengger pada Dinas PU. itu juga di Dinas PK. Initialnya ans, memang ahli bagi – bagi, kami juga prihatin dengan kontraktor lainnya, yang hanya gigit jari. Masa hanya itu yang kebagian proyek gemuk?.” Keluh sumber lainnya.
Sembari menambahkan, selama ini, ada ikatan emosional antar Pejabat dan Kontraktor, hingga lannya tersisih.
Hal seperti ini merusak citra Walikota Parepare, bila dibiarkan berkelanjutan.
Kadis Pendidikan yang di sampaikan Hal tersebut, hanya diam. (*)







