Kondisi Memprihatinkan, SMPN 7 Satu Atap Pamboang Butuh Renovasi Mendesak

MAJENE — 29 November 2025 Kondisi bangunan SMPN 7 Satu Atap Pamboang saat ini sangat memprihatinkan. Bangunan sekolah yang seluruhnya terbuat dari kayu dan berbentuk panggung itu tampak lapuk dimakan usia. Sekolah yang berdiri melalui program block grant Kemitraan Pendidikan Australia–Indonesia dengan mekanisme partisipasi masyarakat, menelan biaya pembangunan Rp 769.449.000 yang bersumber dari AusAID–ESSP Tahun 2012. Kini, setelah 13 tahun berdiri, bangunan tersebut mengalami kerusakan berat dan membutuhkan perhatian segera.

Samsuar Hamarong, salah seorang guru yang ditemui wartawan Media mengungkapkan kondisi yang terjadi di lapangan. Ia menyebutkan bahwa kerusakan bangunan sudah sering membahayakan keselamatan siswa.

“Sering ada siswa tertusuk paku, kadang terpeleset ke lubang. Upaya kami disini hanya memanfaatkan bambu di sekitar sekolah untuk menambal lantai kelas,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa upaya swadaya tersebut tidak lagi memadai, mengingat tingkat kerusakan bangunan yang semakin parah akibat faktor usia. Ia berharap pihak pemerintah dan pemangku kebijakan memberikan perhatian khusus.

“Bangunan ini sudah kurang lebih 13 tahun. Wajar kalau rapuh karena seluruhnya berbahan kayu. Kami sangat berharap renovasi segera dilakukan,” tegasnya.

Selain kondisi bangunan yang rusak, SMPN 7 Satu Atap Pamboang juga masih kekurangan fasilitas pendukung pembelajaran. Menurut Samsuar Hamarong, sekolah tersebut belum memiliki gedung laboratorium, perpustakaan, serta fasilitas pendukung lainnya. Ruang kelas hanya berjumlah tiga, sementara ruang guru hanya satu dan kondisinya sangat sempit untuk menampung berbagai perlengkapan sekolah, termasuk buku-buku.

Adapun jumlah tenaga pendidik di sekolah tersebut terdiri dari 13 guru ASN, 1 guru honorer, serta 4 tenaga kependidikan honorer dan 1 tenaga kependidikan ASN. Jumlah siswa tercatat sebanyak 35 orang.

Menyadari peran penting sekolah dalam menunjang pendidikan generasi muda, pihak sekolah berharap pemerintah dapat segera melakukan langkah strategis untuk memperbaiki kondisi SMPN 7 Satu Atap Pamboang, demi kenyamanan dan keselamatan seluruh peserta didik maupun tenaga pendidik.

“Kami hanya ingin sekolah yang layak, aman, dan nyaman untuk anak-anak kami belajar,” tutup Samsuar Hamarong penuh harap.
(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *