Wabup Abustan Tegaskan Napak Tilas Garongkong–Paccekke Jadi Pengingat Sejarah Besar Barru

 

Kosongsatunews Barru — Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, menegaskan bahwa kegiatan Napak Tilas Perjuangan Rute Andi Mattalatta Garongkong–Paccekke bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sarana penting untuk mengenalkan kembali kepada generasi muda bahwa Kabupaten Barru adalah daerah yang kaya sejarah dan memiliki kontribusi besar dalam perjuangan bangsa.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat memberikan sambutan pada malam ramah tamah Napak Tilas di Lapangan Monumen Paccekke, Kecamatan Soppeng Riaja, Sabtu malam (29/11/2025). Sambutan itu merupakan amanah langsung dari Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari.

Dalam pidatonya, Wabup Abustan menguraikan sejarah penting lahirnya mandat Jenderal Sudirman di Barru untuk membentuk Tentara Republik Indonesia. Ia menyebut tiga kapal yang mendarat di wilayah Sulawesi, di mana salah satunya dipimpin Andi Mattalatta dan tiba di Garongkong. Kapal lainnya mendarat di Wiringtasi Mangkoso serta Suppa, Kabupaten Pinrang. “Dari Barru, mandat itu menjadi bagian penting perjalanan sejarah bangsa,” ujarnya.

Wabup juga mengungkapkan pengalamannya bersama Bupati Barru saat meninjau daftar nama pejuang di Monumen Pendaratan Garongkong. Banyak di antara mereka kemudian menjadi tokoh nasional, mulai dari Panglima TNI, Pangdam, hingga kepala daerah. “Semua pencapaian itu bukan kebetulan, tetapi buah dari perjuangan dan pilihan hidup—merdeka atau mati,” tegasnya.

Ia turut memaparkan kekayaan sejarah Paccekke yang kini berstatus Desa Wisata, termasuk monumen bersejarah tahun 1947 yang dibangun tanpa semen namun tetap kokoh hingga kini. Selain itu, terdapat monumen kecil di puncak gunung yang pernah digunakan sebagai lokasi pembaretan Raider, serta kawasan hutan Paccekke seluas 229 hektare yang kini menjadi Hutan Pendidikan dengan konsep Shinrin Yoku atau forest healing.

Untuk pelaksanaan Napak Tilas tahun berikutnya, Wabup Abustan berharap kegiatan dapat diperbesar dengan pelibatan unsur TNI dan kembali berada di bawah koordinasi Kodam XIV/Hasanuddin. Ia juga mengusulkan dialog sejarah dengan menghadirkan keturunan para tokoh pejuang, bertempat di Tanah Maridie, kediaman keluarga Mayjen Andi Mattalatta.

Terkait penyusunan buku sejarah Desa Paccekke, Wabup menyampaikan bahwa proses penyuntingan sedang berjalan dan ia berharap buku tersebut dapat dieditori oleh Andi Ilham Mattalatta sebelum dicetak.

Pada kesempatan itu, turut diserahkan Buku Otobiografi Mayjen Purn. H. Andi Mattalatta berjudul “Meniti Siri’ dan Harga Diri: Catatan dan Kenangan”, serta penyaluran bantuan paket sembako bagi 80 kepala keluarga di Desa Paccekke.

Acara tersebut dihadiri berbagai tokoh dan unsur Forkopimda, di antaranya Nyonya Sri Wahyuni Fibriyanto, Andi Ilham Mattalatta, Dandim 1405/Parepare, Wakapolres Barru, Pj Sekda Barru, pimpinan OPD, Ketua PMI Barru, Ketua TP PKK, pimpinan perbankan, Camat Soppeng Riaja, Forum Peduli KAMASE, FKPPI Sulsel, DPP IARMI Sulsel, serta tamu undangan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *