Bantuan Bibit Jagung Kementan RI Di Bumi Panrita Kitta Menunggu Musim Tanam

SINJAI, kosongsatunews.com – Program bantuan bibit jagung dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, mendapat sorotan dari sejumlah masyarakat. Bantuan yang diharapkan mampu menambah pundi-pundi penghasilan para petani ini dinilai tidak membuahkan hasil maksimal.

Harapan agar bantuan tersebut dapat mendongkrak perekonomian masyarakat “Bumi Panrita Kitta” justru belum dapat diwujudkan. Pasalnya, distribusi bibit jagung itu tidak sesuai dengan waktu tanam yang ideal bagi para petani setempat.

Informasi ini disampaikan oleh salah seorang sumber kepada media ini pada Jumat, 5 Desember 2025. Ia menuturkan bahwa ketidaktepatan waktu penyaluran membuat para petani tidak bisa langsung memanfaatkan bibit tersebut.

Menurutnya, saat ini di sejumlah wilayah Sinjai sedang berlangsung musim tanam padi. Kondisi itu secara otomatis membuat lahan yang biasanya digunakan untuk jagung, kini difokuskan untuk penanaman padi.

“Kami memang menerima bibit jagung, tetapi musim tanamnya sudah lewat,” ujarnya dengan nada terenyuh. Ia menambahkan bahwa pola tanam jagung di Kabupaten Sinjai biasanya dilakukan pada musim sela antara penanaman padi.

Karena itu, bibit yang diterima harus menunggu hingga musim tanam jagung berikutnya. Hal ini tentu membuat efektivitas bantuan menjadi kurang maksimal dan tidak langsung memberikan dampak ekonomi bagi para petani.

Sumber tersebut berharap agar ke depan terdapat evaluasi menyeluruh dari pihak terkait. Ia menilai pentingnya penyesuaian waktu distribusi dengan kalender tanam di daerah agar bantuan benar-benar bermanfaat.

Menurutnya, jika penyaluran dilakukan tepat waktu, dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat, terutama dalam meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan petani.

Sumber lainnya mengungkapkan bahwa bantuan bibit jagung dari Kementan RI tersebut merupakan hasil aspirasi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari daerah pemilihan Sinjai–Bulukumba.

Bantuan tersebut menyasar sekitar 56 kelompok tani yang tersebar di wilayah Sinjai. Total lahan yang dipersiapkan untuk program ini mencapai kurang lebih 868 hektare.

Dengan cakupan yang cukup luas tersebut, masyarakat berharap koordinasi antarlembaga dapat ditingkatkan, sehingga bantuan seperti ini bisa tepat sasaran dan tepat waktu. (Yusuf Buraerah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *