LIMA ITEM PROYEK AKAL – AKALAN MASJID TERAPUNG KOTA PAREPARE

Bergema sorotan masyarakat, menyoal Proyek rehabilitasi Masjid Terapung Kota Parepare. Provinsi Sulawesi Selatan. Senter poinnya, di tengarai sarat rekayasa, lima item pengerjaan dan lima Kontraktor bayangan di bawa naungan Fery, di sebut sumber, sebagai pengusaha besar yang tinggal di Parepare. Ada indikasi monopoli, hingga membuat kontraktor lainnya di Kota tersebut gigit jari.

“Sudah bumerang pak, sekarang banyak kontraktor gulung tikar, yang tidak pintar bermain fee, lihat saja, yang mendapat order ituji juga, meski di ketehui kontraktor itu, beberapa Proyeknya bermasalah. Kami bisa tunjukkan. Kami juga butuh keadilan, sekarang ini nampak rekayasa membelit segunduk, yang dapat menjasi bom waktu, sisa menunggu kapan waktunya berteriak.” Suaranya mendengus.

Satu diantaranya pelaksana Proyek di konfirmasi Media 01 pada lokasi, membenar ada lima item kegiatan, dengan Anggaran gelondongan Milyaran, tapi waktu yang singkat penyelesaian. Manamungkin?. Star Tanggal 4 Desember, finis 31 Desember 2025.

Sontak kerja amburadul, apalagi kurang pengawasan, membuat celah kerja asal, kubah Mesjid ada yang bocor, pelataran ada sebagian tidak menggunakan besi, tanggul pengaman ombak, terkesan rapuh.

Genderang protes di tabuh oleh sejumlah lini masyarakat, ada kesenjangan memicu dengan tabiat, kenyang semakin kenyang, lapar semakin lapar.

Glontoran APBD di Proyek tersebut, sebagai cermin keresahan pada Kontraktor lainnya, bahkan sebagai lonceng prustasi, sembari menyebut, di duga ada ada “Raksasa” pengendali proyek.

Iswandi PPTK Dinas PU. Kota Parepare, membenarkan, ada lima item Proyek Rehabilitasi Masjid Terapung, kesemuanya kena denda akibat keterlambatan pengerjaan.

Tapi informasi lain, justru menyebut, tidak ada denda, di sebab di sinyalir laporan fiktif.

Silahkan hubungi Syarifuddin, orang dekat Fery Tang, kiranya infonya lebih detail. Berkali di hubungi Hpnya lagi mbalelo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *