KOSONGSATTUNEWS.COM, MAKASSAR, — Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) resmi menambah jajaran profesor setelah mengukuhkan dua guru besar sekaligus, yakni Prof. Dr. Hj. Nurjannah Nonci, M.Si dan Prof. Dr. Muliani, S.Sos., M.Si. Dengan pengukuhan ini, UMS Rappang kini memiliki total tiga guru besar.
Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Rabu (21/1/2026), dan dihadiri sejumlah tokoh, pejabat pemerintah, pimpinan Muhammadiyah, serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi.
Sejumlah tamu undangan yang hadir di antaranya perwakilan Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Wali Kota Makassar, pimpinan lembaga peradilan di Makassar, Ketua Forum Dosen Perempuan LLDIKTI IX, serta para rektor dan pimpinan perguruan tinggi dari Makassar dan sekitarnya.
Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pengukuhan dua guru besar tersebut merupakan buah dari pengembangan sumber daya manusia yang terencana dan berkelanjutan.
“Dari 123 dosen yang kami miliki, saat ini sudah ada tiga guru besar dan 16 lektor kepala. Selebihnya adalah lektor, dan alhamdulillah sudah tidak ada lagi dosen dengan jabatan asisten ahli,” ujar Prof. Jamaluddin.
Ia menegaskan, capaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan SDM di UMS Rappang berjalan sesuai dengan rencana strategis institusi. Bahkan pada 2025 lalu, UMS Rappang juga mendapat kepercayaan dari pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta LLDIKTI Wilayah IX untuk membuka Program Doktor (S3) Administrasi Publik.
“UMS Rappang mungkin menjadi satu-satunya perguruan tinggi di tingkat kabupaten di Sulawesi Selatan yang memiliki program doktor dan tiga guru besar. Parepare dan Palopo sudaj lebih dulu tapi keduanya adalah kota ,” katanya.
Rektor berharap, kehadiran dua guru besar yang baru dikukuhkan dapat semakin memperkuat peran UMS Rappang dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta mendorong kemajuan persyarikatan Muhammadiyah.
Sementara itu dalam sambutannya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menilai pengukuhan guru besar bukan sekadar seremoni akademik, melainkan tonggak penting dalam perjalanan intelektual seorang dosen.
“Pengukuhan guru besar adalah bukti bahwa ketekunan, komitmen, dan dedikasi terhadap ilmu pengetahuan, penelitian, dan pengabdian akan selalu berbuah manis,” ujarnya.
Menurut Munafri, kehadiran dua profesor baru tersebut tidak hanya menambah jumlah guru besar di Indonesia, tetapi juga memperkuat posisi UMS Rappang sebagai pusat keilmuan yang berdaya saing.
“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, saya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian ini,” pungkasnya.(MDS)








