Pastikan Berjalan Kondusif, Polres Majene Kawal Aksi Damai HMI FKIP Unsulbar di Kantor Kejaksaan Negeri Majene

MAJENE – Dalam memastikan setiap kegiatan penyampaian aspirasi di muka umum berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif, Kepolisian Resor Majene terus menunjukkan komitmennya melalui pengawalan serta pengamanan yang profesional dan humanis.

Upaya tersebut kembali terlihat pada Selasa (20/1/26), saat Polres Majene mengamankan pelaksanaan aksi damai yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) FKIP Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) Majene di Kantor Kejaksaan Negeri Majene dan berlangsung dengan pengawalan ketat namun tetap mengedepankan pendekatan persuasif.

Dalam aksinya, massa HMI menyuarakan sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Majene untuk membongkar dugaan penggelapan dana zakat profesi guru serta dugaan korupsi dalam pengelolaan gaji ke-13 Tunjangan Profesi Guru (TPG). Selain itu, para mahasiswa juga mendesak aparat penegak hukum agar mengusut tuntas dugaan korupsi Dana Desa Pundau, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene.

Pengamanan aksi dipimpin langsung oleh Kasat Intelkam Polres Majene, AKP Borahim, S.H., dengan melibatkan personel gabungan dari beberapa satuan fungsi. Sejak awal kegiatan, personel kepolisian telah melakukan pemantauan situasi, pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi aksi, serta pengamanan terbuka dan tertutup guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

Dalam pelaksanaannya, Polres Majene menekankan pola pengamanan yang humanis dan dialogis. Personel di lapangan tampak aktif berkoordinasi dengan koordinator lapangan aksi, memberikan imbauan agar penyampaian aspirasi dilakukan secara damai dan tidak melanggar ketentuan hukum yang berlaku. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang sejuk, sekaligus menjamin hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di depan umum tetap terlindungi.

Berkat pengamanan yang terencana dan profesional, aksi damai tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar tanpa insiden yang mengganggu stabilitas keamanan. Setelah menyampaikan aspirasi, massa aksi membubarkan diri secara tertib.

Melalui kegiatan ini, Polres Majene kembali menegaskan komitmennya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, khususnya dalam mengawal demokrasi dan kebebasan berpendapat, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Kabupaten Majene. (H.KR.M.YAHYA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *