KOSONGSATUNEWS.COM, LUWU — Ketua Forum Pemuda Latimojong Bersatu (FPLB), M. Azriel, menyampaikan apresiasi atas capaian PT Masmindo Dwi Area (MDA) yang berhasil meraih Penghargaan Peduli Indonesia Award 2026 sebagai Perusahaan Tambang Berdampak Ekonomi dan Pemberdayaan Lapangan Kerja Lokal. Penghargaan nasional tersebut dinilai sebagai bukti nyata komitmen MDA terhadap masyarakat lingkar tambang di Kabupaten Luwu.
Azriel menilai, penghargaan yang diterima MDA pada ajang bergengsi tingkat nasional yang digelar di Hotel Claro Makassar, Jumat (23/1/2026), bukan sekadar simbol atau seremoni, melainkan hasil dari proses panjang dan terukur dalam mengintegrasikan aspek sosial dan ekonomi ke dalam operasional pertambangan.
“Penghargaan ini mencerminkan kerja nyata di lapangan. Ada proses, ada data, dan ada dampak yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Azriel saat diwawancarai, Senin (26/1/2026).
Menurutnya, salah satu poin paling krusial dari capaian tersebut adalah keberpihakan konkret MDA terhadap tenaga kerja lokal. Berdasarkan data ketenagakerjaan yang disampaikan perusahaan dan diberitakan secara luas, lebih dari 75 persen tenaga kerja MDA berasal dari masyarakat lokal Luwu, khususnya desa-desa lingkar tambang di Kecamatan Latimojong.
“Ini bukan klaim tanpa dasar. Bahkan sebelum produksi emas berjalan, Masmindo sudah membuka ruang kerja, menyediakan pelatihan, serta meningkatkan kapasitas pemuda lokal agar siap bersaing dan berdaya,” jelasnya.
Azriel juga mengapresiasi sistem rekrutmen inklusif yang diterapkan MDA. Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya berorientasi pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia lokal melalui pelatihan teknis dan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan.
Ia menambahkan, kolaborasi erat antara MDA dan Pemerintah Kabupaten Luwu, termasuk pembentukan Pokja Ketenagakerjaan, menjadi bukti bahwa proses perekrutan dilakukan secara transparan, terstruktur, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Selain dampak ketenagakerjaan, Azriel menyoroti efek ekonomi lanjutan yang mulai dirasakan masyarakat. Kehadiran tenaga kerja lokal dalam jumlah besar dinilai telah mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa, mulai dari sektor jasa, UMKM, hingga peningkatan daya beli masyarakat sekitar wilayah operasi tambang.
“Efek domino ekonomi ini sangat terasa. Ketika pemuda lokal bekerja, keluarga dan lingkungan sekitarnya ikut merasakan manfaatnya. Inilah esensi pembangunan berkelanjutan yang selama ini diharapkan masyarakat Latimojong,” ungkapnya.
Azriel juga menilai pernyataan Direktur PT Masmindo Dwi Area, Erlangga Gaffar, yang menegaskan bahwa kontribusi terhadap daerah merupakan komitmen moral, bukan sekadar kewajiban regulasi, sejalan dengan realitas yang dirasakan masyarakat di lapangan.
Dengan diraihnya Penghargaan Peduli Indonesia Award 2026, Azriel berharap PT Masmindo Dwi Area terus menjaga konsistensi komitmen sosialnya, memperkuat dialog dengan masyarakat, serta menjadikan pemuda lokal sebagai mitra strategis dalam pembangunan jangka panjang di Kabupaten Luwu. (**)








