KOSONGSATUNEWS.COM, SIDRAP, – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menggelar pengajian bertajuk “Ilmu, Jabatan, dan Amanah: Tanggung Jawab Akademisi dan Tendik di Hadapan Allah SWT”. Kegiatan ini berlangsung di Lantai 3 Gedung Rektorat UMS Rappang, Rabu (18/1/2026).
Pengajian tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., beserta jajaran civitas akademika UMS Rappang, khususnya dari FIK dan FEB. Turut hadir Dekan FIK dan FEB Dr. Apt. Pratiwi Ramlan, S.Farm., M.AP., serta Wakil Dekan II Muhammad Rusdi, S.Ag., M.Adm.KP.
Kegiatan pengajian menghadirkan penceramah Ustaz Drs. H. Abd. Kalam Fattah, M.Kes., yang juga merupakan pengasuh Panti Asuhan Sejahtera Aisyiyah Pangkajene, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Dekan FIK dan FEB, Dr. Apt. Pratiwi Ramlan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh civitas akademika UMS Rappang yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti pengajian tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
“Terima kasih kami sampaikan atas kehadiran seluruh civitas akademika. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan bernilai pahala di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Wakil Dekan II, Muhammad Rusdi. Ia menilai pengajian ini tidak hanya menjadi sarana mempererat kebersamaan, tetapi juga sebagai ajang refleksi dan penyegaran setelah proses perkuliahan dan ujian akhir, sekaligus menyambut semester genap.
“Harapannya, dosen dan tenaga kependidikan dapat kembali siap menjalankan tridarma perguruan tinggi, terutama melanjutkan proses perkuliahan pada semester genap,” katanya.
Dalam ceramahnya, Ustaz Drs. H. Abd. Kalam Fattah menekankan pentingnya ilmu pengetahuan sebagai jalan untuk meningkatkan derajat manusia, sekaligus sebagai bekal meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Ia juga menguraikan makna amanah dalam Islam, khususnya bagi mereka yang memegang jabatan.
“Amanah itu bermakna jujur dan dapat dipercaya,” tuturnya.
Ia juga mengutip hadis Rasulullah SAW yang menegaskan larangan meminta jabatan.
Menurutnya, seseorang yang meminta jabatan akan memikul tanggung jawab sendiri tanpa pertolongan Allah. Sebaliknya, jika jabatan diberikan tanpa diminta, Allah SWT akan menolongnya dalam menjalankan amanah tersebut.
“Jangan meminta jabatan, apalagi jika tidak ahli di bidang itu. Nabi bersabda, apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya,” tegasnya.








