Kosongsatunews.com- Majene, Sekolahh Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Marendeng Majene resmi melepas mahasiswa untuk mengikuti Praktik Klinik Kebidanan I yang akan berlangsung di Puskesmas Sendana II dan Puskesmas Malunda. Kegiatan pelepasan digelar di Aula STIKES Marende Majene, Jumat, 6 Februari 2026.
Praktik klinik ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa kebidanan, sebagai upaya mengintegrasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik langsung di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Acara pelepasan diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh S. Hum, M.Si. Suasana berlangsung khidmat, menandai kesiapan institusi dan mahasiswa dalam memasuki tahapan praktik lapangan yang menuntut kedisiplinan serta tanggung jawab profesional.
Ketua Program Studi Kebidanan STIKES Marendeng Majene, Nur Anita, S.ST., M.Kes., dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah peserta praktik klinik kebidanan I sebanyak 29 mahasiswa. Mereka akan melaksanakan praktik selama enam pekan, terhitung mulai 9 Februari hingga 20 Maret 2026.
Menurut Nur Anita, praktik klinik kebidanan merupakan fase krusial dalam pembentukan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Ia menegaskan pentingnya menjaga integritas selama menjalani praktik di lapangan.
“Selamat berpraktik, jaga nama baik almamater dan jaga kesehatan,” ujar Nur Anita, menekankan bahwa mahasiswa membawa identitas institusi dalam setiap aktivitas pelayanan yang dilakukan di puskesmas.
Sambutan sekaligus pelepasan mahasiswa disampaikan Ketua STIKES Marendeng Majene, Raehan, S.ST., M.Keb. Ia mengingatkan mahasiswa agar menjunjung tinggi etika profesi dan membangun relasi kerja yang sehat dengan tenaga kesehatan di lokasi praktik.
“Jaga sikap, saling menghargai, jaga etika,” kata Raehan.
Ia berharap mahasiswa mampu menunjukkan profesionalisme serta kepekaan sosial selama menjalani praktik klinik kebidanan di Puskesmas Sendana II dan Puskesmas Malunda.
Melalui kegiatan ini, STIKES Marendeng Majene menegaskan komitmennya dalam mencetak calon bidan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki etika, empati, dan kesiapan menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di tengah masyarakat. (H.KR.M.YAHYA)








