KOSONGSATUNEWS.COM, SIDRAP — Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) melalui pengelola Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) menggelar rapat bersama ketua program studi (kaprodi) dan staf prodi pengelola RPL. Pertemuan ini membahas penyusunan panduan RPL tingkat program studi sebagai upaya penguatan tata kelola dan peningkatan layanan akademik.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Gedung Rektorat UMS Rappang, Sabtu (14/3/2026) ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor I UMS Rappang, Dr. Ir. H. Muhammad Rais Rahmat, M.Si.
Dalam arahannya, Dr. Rais Rahmat menekankan pentingnya peningkatan kualitas pengelolaan RPL di berbagai aspek, mulai dari penyempurnaan dokumen, mekanisme layanan, hingga kesiapan program studi dalam menerima mahasiswa melalui skema rekognisi.
Ia menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan tim Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX beberapa hari sebelumnya yang memberikan pendampingan terkait pengelolaan RPL di UMS Rappang.
“Untuk program RPL ini, insyaAllah kita akan lebih siap dibandingkan sebelumnya. Saat ini terdapat 17 program studi yang berpotensi menerima mahasiswa melalui jalur RPL, khususnya prodi yang telah terakreditasi baik, baik sekali, dan unggul,” ujarnya.
Menurutnya, program studi dengan akreditasi baik sekali dan unggul memiliki peluang menerima rekognisi dalam bentuk perolehan kredit dari pengalaman belajar sebelumnya. Sementara itu, program studi yang masih terakreditasi baik lebih difokuskan pada penerimaan mahasiswa RPL melalui mekanisme transfer kredit.
Dr. Rais Rahmat menambahkan, penyusunan panduan RPL ini diharapkan segera rampung agar dapat menjadi acuan operasional bagi setiap program studi. Selain itu, pengisian dokumen serta penyempurnaan proses yang telah disusun sebelumnya juga menjadi fokus utama dalam pertemuan tersebut.
Ia juga menyampaikan adanya perubahan pengelola program RPL di UMS Rappang. Pengelolaan yang sebelumnya dipegang almarhum Dr. Rustan Efendi kini dilanjutkan oleh Salhah.
Lebih lanjut, pihak kampus berencana menggelar sosialisasi program RPL kepada masyarakat setelah Hari Raya Idul Fitri. Langkah ini dilakukan untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat yang memiliki pengalaman kerja atau pembelajaran nonformal namun belum memiliki kualifikasi akademik yang setara.
“Kami yakin masih banyak masyarakat yang memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui program RPL ini. Karena itu, sosialisasi akan kami lakukan secara masif agar kesempatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik,” kata Rais Rahmat. (MDS)


































