Kosongsatunews- Warga Persyarikatan Muhammadiyah di Barru kembali menjadi korban teror dan intimidasi saat rapat internal, diduga melibatkan oknum P3K/Petugas dari KPU Barru. Situasi rapat menjadi tidak kondusif dan penuh ketegangan.
“Rapat yang seharusnya berjalan dengan baik justru berubah menjadi penuh teror dan intimidasi. Situasi ini sangat memprihatinkan,” kata Ahmad Jamaluddin, Ketua PDM Barru. Peserta rapat merasa kebebasan berkumpul dan berbicara dibatasi.
Aksi teror ini juga melibatkan warga yang memukul pintu dan melempar batu ke lokasi kegiatan. Abdul Malik,SH pengurus Muhammadiyah yang juga Ketua Tapak Suci Muhammadiyah tegaskan tindakan ini sudah melewati batas dan tidak bisa didiamkan.
Pemerintah setempat disoroti karena lemahnya peran dalam menjaga ketertiban. “Pemerintah gagal menjaga ketertiban. Siapapun tidak boleh menghalangi pelaksanaan ibadah,” tambah Abdul Malik.
Laporan harus dimasukkan hari ini, oknum yang terlibat harus ditahan dan diadili. Pimpinan Pusat Muhammadiyah diminta segera mengambil sikap.
Ia juga berharap oleh yang diduga menjadi aktor dari teror itu juga harus ditelusuri kemudan dilaporkan .
Ia mendesak PDM melibatkan Tim Pengacara Muhammadiyah untuk menindaklanjuti kasus ini. “Mereka sudah meneror organisasi, bukan lagi orang per orang,” tegas Abdul Malik.






























