KOSONGSATUNEWS.COM, MAMASA — Aroma skandal besar mengguncang dunia pendidikan di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Ketua LSM KPK RI Sulawesi Barat, Simson, membongkar dugaan praktik “sekolah siluman” yang disebut-sebut mengeruk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) hingga ratusan juta rupiah setiap tahunnya.
Temuan tersebut dinilai mengejutkan sekaligus memalukan. Pasalnya, berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, terdapat sekolah yang hanya memiliki enam siswa, bahkan hanya satu yang aktif mengikuti proses belajar mengajar.
Namun, dalam laporan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), jumlah siswa justru tercatat mencapai puluhan hingga ratusan orang.
“Ini jelas permainan kotor. Data di atas kertas gemuk, tapi ruang kelas kosong. Kami menduga kuat ada manipulasi data untuk mencairkan dana negara,” tegas Simson.
Lebih lanjut, dugaan tersebut mengarah pada tiga sekolah yang berada dalam satu lokasi di Desa Osango, Kecamatan Mamasa, yakni SDS Nusa Bangsa, SMKS Ilmiah Bangsa, dan SMKS Kiprah Bangsa.
Ketiga sekolah itu diduga hanya menjadi formalitas administrasi tanpa aktivitas belajar mengajar yang layak. Simson menyebut, pihak sekolah secara rutin melaporkan jumlah siswa antara 60 hingga 100 orang dalam sistem Dapodik kepada dinas terkait.
“Praktik ini diduga sudah berlangsung sejak tahun 2025. Data yang dilaporkan kuat dugaan fiktif dan sengaja dimanipulasi demi kelancaran pencairan dana BOS,” ungkapnya.
LSM KPK RI Sulawesi Barat mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan mengusut kasus ini hingga tuntas. Mereka menilai, jika terbukti, praktik tersebut merupakan bentuk perampokan uang negara yang tidak bisa ditoleransi.
“Jangan biarkan praktik seperti ini terus merajalela. Ini menyangkut masa depan pendidikan dan keuangan negara,” pungkas Simson.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah maupun dinas pendidikan setempat belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. (Ayu)



































