KOSONGSATUNEWS.COM, SIDRAP, — Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Nasruddin Natsir, menggelar seminar proposal tesis pada Sabtu di lantai 2 Gedung Rektorat UMS Rappang.
Dalam seminar tersebut, Nasruddin mengangkat judul penelitian “Pengaruh Program Literasi Sekolah terhadap Minat dan Kemampuan Membaca Siswa Kelas VII SMP Negeri Enrekang.”
Nasruddin memaparkan proposalnya pada tim penguji yang terdiri atas Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., Dr. Yusmah, S.S., M.Hum., Dr. Aswadi, S.Pd., M.Pd., Sementara itu Dr. Nuraini Kasman, M.Pd. dan Dr. Jumiati, S.Pd., M.Pd, bertindak sebagai pembimbing I dan II.
Nasruddin menjelaskan bahwa pemilihan topik penelitian tersebut didasarkan pada pentingnya kemampuan membaca bagi peserta didik dalam menunjang keberhasilan belajar di berbagai bidang ilmu, tidak hanya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.
“Kemampuan membaca sangat penting bagi siswa, bukan hanya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, tetapi juga di semua bidang ilmu. Tanpa kemampuan membaca yang baik, siswa akan kesulitan menyerap pengetahuan,” ujarnya.
Ia juga menilai adanya kesenjangan literasi antara sekolah di wilayah perkotaan dan pedesaan. Menurutnya, banyak penelitian sebelumnya lebih berfokus pada sekolah-sekolah di kota, sementara sekolah di pelosok desa masih jarang menjadi objek kajian.
“Selama ini pusat penelitian lebih banyak di kota. Padahal, sekolah-sekolah di desa juga membutuhkan perhatian yang sama agar kualitas pendidikan dapat meningkat dan sejajar dengan sekolah di perkotaan,” kata Nasruddin.
Selain itu, ia menilai rendahnya minat baca dan kemampuan literasi siswa di Indonesia menjadi salah satu persoalan mendasar yang perlu segera mendapatkan solusi.
Sebagai langkah strategis, penelitian ini menawarkan penguatan Program Literasi Sekolah (PLS) sebagai solusi untuk meningkatkan minat baca siswa.
Menurut Nasruddin, implementasi program tersebut dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti penyediaan sudut baca di kelas, peningkatan kualitas dan variasi koleksi perpustakaan, serta keterlibatan aktif guru dalam membangun budaya membaca di sekolah.
“Program literasi sekolah harus terus dirawat dan dikembangkan. Tidak hanya mempercantik sudut baca secara fisik, tetapi juga memastikan bahan bacaan yang tersedia menarik dan sesuai kebutuhan siswa,” jelasnya. Sabtu, (28/3/2026).
Nasruddin yang telah mengabdi sebagai guru selama 16 tahun berharap studi pascasarjana yang sedang ditempuhnya di UMS Rappang dapat selesai dalam waktu dekat.
“Insyaallah dua sampai tiga bulan ke depan bisa kami selesaikan. Harapan saya tentu dapat lulus dengan baik dari Program Pascasarjana UMS Rappang,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas pendidikan di UMS Rappang.
“Menurut saya, UMS merupakan salah satu universitas dengan mutu pendidikan yang baik. Dosen-dosennya juga sangat humanis, sehingga proses perkuliahan terasa nyaman,” tutupnya. (MDS)



































