KOSONGSATUNEWS.COM, MAMASA — Aktivis LSM Lira, Bobby Pata Langi, yang dikenal sebagai putra daerah Mamasa, angkat bicara terkait kinerja Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menindaklanjuti sejumlah temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Dalam keterangannya kepada awak media, Rabu (1/4/2026), Bobby menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan pribadi maupun afiliasi politik dalam menyampaikan kritik tersebut. Ia mengaku murni ingin mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.
“Ini bukan soal kepentingan pribadi atau politik. Saya hanya ingin melihat penegakan hukum berjalan sebagaimana mestinya, terutama terkait temuan BPK dan proyek MAR-UP,” tegas Bobby.
Ia juga menyoroti pentingnya langkah konkret dari APH dalam menindaklanjuti temuan, khususnya yang berkaitan dengan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).
Menurutnya, jika temuan tersebut tidak segera diproses, maka berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat terhadap kinerja aparat maupun pemerintah daerah.
“APH harus segera memproses temuan BTT tersebut agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan. Ini penting demi menjaga kepercayaan publik,” tambahnya. (Ayu)



































