SINJAI, kosongsatunews.com- Pelaksanaan upacara bendera setiap hari Senin di SD Negeri No. 144 Sumpang Ale, Desa Kalobba, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, menjadi representasi nyata dari implementasi pendidikan karakter di lingkungan sekolah dasar. Kegiatan ini tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi mengandung nilai-nilai edukatif yang berorientasi pada pembentukan sikap disiplin, tanggung jawab, serta nasionalisme peserta didik.
Berdasarkan pantauan media kosongsatunews.com di lokasi pada Senin, 13 April 2026, seluruh warga sekolah mengikuti upacara pengibaran bendera dengan penuh khidmat. Meskipun kepala sekolah, Iskandar, berhalangan hadir, hal tersebut tidak mengurangi kualitas maupun kekhusyukan pelaksanaan kegiatan. Hal ini menunjukkan adanya sistem internal yang berjalan secara fungsional dan kolektif di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, Suardi, salah seorang guru, dipercaya bertindak sebagai komandan upacara. Peran ini mencerminkan adanya distribusi kepemimpinan yang efektif di antara tenaga pendidik, sehingga kegiatan tetap berlangsung sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Keterlibatan aktif guru dalam berbagai peran strategis menjadi indikator penting dalam keberhasilan pelaksanaan kegiatan rutin sekolah.
Suardi mengungkapkan bahwa upacara bendera merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap hari Senin. Kegiatan ini memiliki dimensi pedagogis yang kuat, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan rasa cinta tanah air kepada siswa sejak dini. Dengan rutinitas tersebut, siswa secara tidak langsung dibentuk untuk memiliki kesadaran kolektif terhadap pentingnya simbol-simbol kebangsaan.
Selain itu, interaksi yang terjalin antara para guru dengan pihak eksternal, termasuk wartawan kosongsatunews.com, mencerminkan budaya komunikasi yang terbuka dan humanis. Sikap ramah yang ditunjukkan oleh para guru menjadi bagian integral dari praktik pendidikan karakter, di mana keteladanan tidak hanya ditransmisikan melalui instruksi formal, tetapi juga melalui perilaku sehari-hari.
Secara konseptual, pendidikan karakter menempatkan keteladanan sebagai elemen fundamental dalam proses pembelajaran. Nilai-nilai yang ditunjukkan oleh kepala sekolah, kemudian ditransformasikan kepada guru, dan selanjutnya diinternalisasi oleh siswa, membentuk suatu ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. Dengan demikian, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai ruang pembentukan moral dan etika.
SD Negeri No. 144 Sumpang Ale saat ini memiliki jumlah siswa sebanyak 139 orang yang dibina oleh tenaga pendidik yang kompeten dan potensial. Dengan dukungan sumber daya manusia yang memadai serta budaya sekolah yang kondusif, kegiatan upacara bendera rutin ini diharapkan terus menjadi instrumen efektif dalam membangun karakter generasi muda yang berintegritas dan berwawasan kebangsaan.(Yusuf Buraerah)





































