KOSONGSATUNEWS.COM, MAMASA — Ketua LSM Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) DPC Mamasa, Andi Waris Tala yang akrab disapa AWT, kembali menyoroti dugaan pemotongan dana Dacil dan sertifikasi guru di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
AWT mengaku kecewa terhadap sikap sejumlah guru yang dinilai bungkam terkait adanya dugaan praktik tersebut. Menurutnya, sikap diam itu justru menimbulkan kecurigaan adanya indikasi keterlibatan oknum tertentu di lingkungan Dinas Pendidikan.
“Saya sangat kecewa dengan guru-guru di Kabupaten Mamasa yang terkesan diam. Padahal, ada dugaan pemotongan dana Dacil dan sertifikasi yang dilakukan oleh oknum di Dinas Pendidikan,” ujar AWT, Senin (13/4/2026).
Ia menilai, sikap bungkam tersebut dapat memperkuat dugaan adanya praktik yang tidak transparan dan merugikan para tenaga pendidik. Oleh karena itu, AWT mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan.
“Kami mendesak APH agar mengusut tuntas persoalan dana Dacil dan sertifikasi guru ini, karena sudah menjadi sorotan masyarakat di Kabupaten Mamasa,” tegasnya.
Selain itu, AWT juga mengimbau para guru untuk tidak takut menyampaikan kebenaran. Ia berharap para tenaga pendidik berani bersuara jika memang terjadi penyimpangan.
“Guru jangan menutup-nutupi. Sampaikan apa adanya demi kebenaran dan perbaikan sistem ke depan,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa terkait dugaan tersebut. (Ayu)





































