KOSONGSATUNEWS.COM, MAMASA – Sinergi Muda Mamasa mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut tuntas dugaan korupsi yang menyeret tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Desakan ini disampaikan menyusul penetapan tersangka terhadap mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya, dan mantan Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Dukungan Kelembagaan Lodewyk Pusung oleh Kejaksaan Agung.
Ketua Harian Sinergi Muda Mamasa, Ryan Mewa’, menilai kasus tersebut menjadi alarm keras bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan program-program strategis nasional yang menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar.
“Jika kepala ditemukan busuk, maka perlu ditelusuri juga dari leher sampai ke kaki. Jangan sampai penegakan hukum berhenti pada pimpinan semata, sementara pihak-pihak lain yang turut menikmati atau terlibat dalam penyimpangan justru luput dari pemeriksaan,” tegas Ryan Mewa’.
Menurut Ryan, dugaan penyimpangan yang terjadi di tubuh BGN menunjukkan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap seluruh rantai pelaksanaan program, mulai dari tingkat pusat hingga pelaksana di daerah. Karena itu, Sinergi Muda Mamasa mengajak masyarakat, media, organisasi kepemudaan, dan elemen sipil lainnya untuk ikut mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) agar benar-benar berjalan sesuai tujuan dan tidak menjadi lahan korupsi.
Sinergi Muda Mamasa menilai bahwa besarnya anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk program-program kerakyatan harus diimbangi dengan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik dalam pengawasan. Berbagai pihak juga telah menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola MBG agar potensi konflik kepentingan dan penyalahgunaan kewenangan tidak terus berulang.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Mamasa untuk tidak apatis. Uang yang dikelola dalam program-program tersebut adalah uang rakyat. Karena itu, rakyat juga memiliki hak dan kewajiban moral untuk ikut mengawasi penggunaannya,” lanjut Ryan.
Sinergi Muda Mamasa berharap kasus yang saat ini ditangani Kejaksaan Agung dapat dibuka secara terang-benderang dan menjadi pintu masuk untuk membongkar seluruh jaringan serta pihak-pihak yang diduga terlibat, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap program-program pemerintah dapat dipulihkan.
“Jangan hanya menangkap pelaku di permukaan. Telusuri seluruh rantai yang terhubung. Jika ada yang bermain dengan uang rakyat, maka harus diproses tanpa pandang bulu,” tutup Ryan Mewa’.

























