Aktivis Muda Mamasa Dorong Reformasi Setwan, Minta DPRD Beri Ruang bagi Generasi Muda Berkompeten

KOSONGSATUNEWS.COM, MAMASA – Reformasi birokrasi di lingkungan Sekretariat DPRD (Setwan) Kabupaten Mamasa dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung peningkatan kinerja lembaga legislatif. Aktivis muda Mamasa, Tambrin, mendorong agar proses penyegaran birokrasi memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda yang memiliki kompetensi dan latar belakang pendidikan yang relevan, khususnya di bidang pemerintahan.

Menurut Tambrin, penempatan figur muda yang berkompeten pada posisi strategis, termasuk jabatan Sekretaris DPRD (Sekwan), dapat menjadi langkah penting dalam memperkuat fungsi administrasi serta dukungan terhadap pelaksanaan tugas-tugas DPRD.

“Reformasi Sekretariat Dewan di Mamasa sangat penting. Penyegaran birokrasi harus dilakukan dengan menempatkan figur-figur yang kompeten. Saya berharap pimpinan DPRD dapat mempertimbangkan memberi ruang kepada aparatur yang memiliki latar belakang ilmu pemerintahan dan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan jabatan,” ujarnya, Sabtu (31/5/2026).

Ia menilai lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) memiliki bekal keilmuan yang relevan untuk mendukung tata kelola pemerintahan di lingkungan Setwan. Menurutnya, pendidikan yang mereka tempuh mencakup ilmu pemerintahan, pengelolaan keuangan daerah, hingga hukum tata negara yang sangat dibutuhkan dalam mendukung administrasi kesekretariatan DPRD.

“Lulusan IPDN memiliki dasar keilmuan pemerintahan yang kuat. Mereka dibekali pengetahuan tentang tata kelola pemerintahan, keuangan, dan regulasi yang sangat penting dalam mendukung kerja-kerja administratif dan kelembagaan DPRD,” katanya.

Tambrin menegaskan bahwa dorongan tersebut tidak hanya berlaku untuk jabatan Sekwan, tetapi juga bagi posisi-posisi strategis lainnya di lingkungan birokrasi daerah. Menurutnya, jika pemerintah daerah ingin melakukan reformasi birokrasi secara menyeluruh, maka perlu membuka peluang lebih luas bagi generasi muda yang memiliki kompetensi dan kapasitas yang memadai.

“Kalau ingin benar-benar melakukan reformasi birokrasi, maka perlu memberi ruang kepada generasi muda yang memiliki dasar keilmuan yang jelas. Mereka masih memiliki semangat, ide-ide segar, dan cara berpikir yang inovatif dalam menjawab tantangan pemerintahan saat ini,” tuturnya.

Ia juga menilai aparatur muda memiliki keunggulan dalam hal mobilitas, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan regulasi, serta lebih mudah mengikuti perkembangan teknologi dan sistem pemerintahan modern.

Selain kompetensi teknis, Tambrin menekankan pentingnya kemampuan komunikasi dan fleksibilitas bagi seorang Sekwan. Menurutnya, jabatan tersebut memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pihak eksekutif dan legislatif sehingga membutuhkan figur yang mampu membangun koordinasi dengan baik.

“Seorang Sekwan harus memiliki komunikasi yang luwes dan kemampuan berkoordinasi yang baik karena berperan menjembatani hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD. Ini penting untuk mendukung jalannya pemerintahan yang efektif dan harmonis,” jelasnya.

Tambrin menambahkan bahwa pandangan tersebut merupakan masukan konstruktif bagi pimpinan DPRD dalam menentukan arah reformasi birokrasi ke depan.

“Kami tidak dalam posisi mengintervensi kebijakan. Namun sebagai bagian dari masyarakat, kami merasa penting memberikan masukan agar proses reformasi birokrasi dapat berjalan lebih baik dan memberi kesempatan kepada figur-figur yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan jabatan,” pungkasnya. (Ayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *