KOSONGSATUNEWS.COM, MAMASA — Warga Gereja Toraja Mamasa (GTM) menyampaikan keprihatinan dan desakan agar Pengurus BPMS-GTM, Pengurus Yayasan Kesehatan GTM, serta Satgas Kabupaten Mamasa segera melakukan evaluasi terhadap operasional SPPG Sumarorong.
Dalam surat terbuka yang disampaikan oleh Ryan Mewa’ atas nama warga GTM, warga mendesak agar kerja sama dengan SPPG Sumarorong segera ditinjau kembali bahkan dihentikan apabila ditemukan adanya ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program.
Desakan tersebut muncul setelah adanya sorotan terkait penyajian menu makanan yang dinilai tidak memenuhi standar keamanan dan pelayanan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyajian sepotong ekor ikan bandeng yang masih banyak tulang, yang dinilai berisiko bagi penerima manfaat serta dianggap tidak sesuai dengan ketentuan SOP BGN yang mengatur keamanan penyajian makanan.
Selain persoalan menu, warga juga meminta adanya transparansi dan evaluasi terhadap kesesuaian antara anggaran yang tersedia dengan makanan yang disajikan, karena dinilai perlu dipastikan bahwa kualitas dan porsi makanan telah sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Warga GTM juga mendesak Satgas Kabupaten Mamasa untuk segera turun melakukan pemeriksaan dan mengambil langkah tegas terhadap SPPG Sumarorong, termasuk menghentikan pengoperasian apabila ditemukan adanya pelanggaran.
Ryan Mewa’ menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian warga untuk menjaga nama baik Gereja Toraja Mamasa (GTM). Jangan sampai persoalan dalam pengelolaan SPPG Sumarorong berdampak pada citra GTM atau bahkan menyeret nama besar GTM ke dalam persoalan hukum akibat tindakan pihak yang menjalankan program tersebut.
Warga berharap pihak terkait dapat bertindak cepat, transparan, dan bertanggung jawab agar program yang menyangkut kebutuhan masyarakat, khususnya anak-anak, dapat berjalan sesuai standar pelayanan, keamanan, dan tujuan yang telah ditetapkan. (Ayu)

















