Kapolres Bantaeng Bidik Atlet Digital, Mobile Legends Jadi Panggung Hari Bhayangkara

Bantaeng, kosongsatunews.com — Aula Endra Dharmalaksana Mapolres Bantaeng, Jumat, 19 Juni 2026, berubah dari ruang pertemuan formal menjadi arena adu strategi para pemain Mobile Legends. Di tengah perayaan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Bantaeng memilih pendekatan yang berbeda untuk menjangkau generasi muda: melalui olahraga elektronik.

Sebanyak 16 tim terbaik dari berbagai wilayah di Kabupaten Bantaeng ambil bagian dalam Turnamen Esports Mobile Legends Kapolres Cup 2026. Kompetisi yang digelar bekerja sama dengan Esports Indonesia Kabupaten Bantaeng itu dibuka langsung oleh Kapolres Bantaeng AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo bersama Ketua KONI Bantaeng H. Tasrif Labandu dan Ketua Panitia Pelaksana AKP Gunawang Amin.

Di balik kompetisi tersebut, tersimpan pesan yang lebih luas. Kepolisian tampak berupaya menyesuaikan diri dengan perubahan pola minat generasi muda yang kini semakin akrab dengan dunia digital. Jika pada masa lalu permainan video kerap dipandang sekadar hiburan, kini esports telah menjelma menjadi industri sekaligus cabang olahraga yang memiliki ruang kompetisi hingga tingkat internasional.

“Dulu bermain game hanya dianggap sebagai hobi, namun sekarang esports telah berkembang menjadi cabang olahraga yang memiliki prestasi dan peluang karier yang menjanjikan,” kata Nur Prasetyantoro dalam sambutannya.

Kapolres menilai turnamen tersebut bukan sekadar perlombaan untuk mencari pemenang. Ajang ini juga diproyeksikan sebagai sarana pembinaan sekaligus pencarian atlet potensial yang dapat membawa nama Kabupaten Bantaeng pada level yang lebih tinggi. Tiga tim terbaik nantinya akan menjadi wakil Polres Bantaeng pada kompetisi Esports Mobile Legends Kapolda Sulawesi Selatan Cup 2026.

Langkah itu memperlihatkan adanya perubahan pendekatan institusi kepolisian dalam membangun kedekatan dengan kalangan muda. Alih-alih hanya hadir melalui kegiatan seremonial, Polres Bantaeng mencoba memasuki ruang yang selama ini menjadi bagian dari keseharian generasi digital.

Namun, dukungan terhadap perkembangan esports tidak disertai sikap tanpa batas. Kapolres mengingatkan para peserta agar tetap bijak menggunakan teknologi. Menurut dia, perangkat digital harus dimanfaatkan secara positif dan tidak sampai mengganggu aktivitas lainnya.

Pesan tersebut mencerminkan dilema yang menyertai pesatnya perkembangan dunia gim. Di satu sisi, esports membuka peluang prestasi dan ekonomi. Di sisi lain, penggunaan gawai yang berlebihan tetap menjadi perhatian, terutama bagi kalangan remaja.

Kapolres juga menekankan pentingnya menjaga sportivitas selama pertandingan berlangsung. Menang dan kalah, kata dia, merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sebuah kompetisi.

Bagi Polres Bantaeng, Turnamen Esports Mobile Legends Kapolres Cup 2026 bukan hanya bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi simbol upaya institusi kepolisian mengikuti arus transformasi zaman, ketika ruang interaksi dengan masyarakat, khususnya generasi muda tak lagi hanya berlangsung di lapangan, tetapi juga di dunia digital.(Yusuf Buraerah, SH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *