SIDRAP, KOSONGSATUNEWS.COM, – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) yang bertugas di Kelurahan Rijang Pittu melaksanakan program pembuatan prototipe Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa biopori berbahan pipa PVC.
Program tersebut bertujuan meningkatkan daya resap air sekaligus mendukung pengolahan sampah organik menjadi kompos.
Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada 27 dan 31 Juli 2026, di area green house serta Kantor Kelurahan Rijang Pittu.
Program pembuatan biopori ini digagas oleh Indriyanti Putri Abd. Barii, mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memasang biopori pada tujuh titik. Sebanyak enam titik ditempatkan di area green house, sedangkan satu titik lainnya dipasang di Kantor Lurah Rijang Pittu sebagai lokasi percontohan.
Selain pemasangan tersebut, mahasiswa KKN juga menyerahkan lima unit biopori tambahan kepada pihak kelurahan.
Unit tersebut selanjutnya akan didistribusikan kepada warga sebagai upaya memperluas penerapan teknologi biopori di lingkungan permukiman.
Pemasangan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan mahasiswa KKN dan masyarakat setempat.
Pada tahap pertama, pemasangan difokuskan di area green house. Sementara pada tahap kedua, kegiatan dilanjutkan di Kantor Kelurahan Rijang Pittu serta penyerahan unit biopori kepada pemerintah kelurahan.
Biopori berbahan pipa PVC tersebut memiliki fungsi ganda, yakni sebagai media resapan air dan sarana pengomposan sampah organik.
Teknologi sederhana ini diharapkan dapat membantu mempercepat penyerapan air ke dalam tanah serta mengurangi potensi genangan ketika hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah Rijang Pittu.
Kepala Kelurahan Rijang Pittu, Hairuddin, S.A.B., mengapresiasi inovasi yang dilaksanakan mahasiswa KKN Tematik 116 Unhas tersebut.
Menurutnya, pemasangan biopori menjadi salah satu langkah yang dapat diterapkan untuk mengantisipasi genangan air yang berpotensi terjadi saat curah hujan meningkat.
“Biopori ini memiliki manfaat utama sebagai media resapan air. Seperti yang kita ketahui bersama, di Kelurahan Rijang Pittu, apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, potensi genangan air cukup besar,” ujar Hairuddin. Sabtu,(1/8/2026).
“Oleh karena itu, melalui solusi ini, kami melaksanakan pemasangan biopori untuk mengantisipasi dan mempercepat proses resapan genangan air,” lanjutnya.
Hairuddin berharap program tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang dalam membantu mengatasi persoalan genangan air.
Selain itu, keberadaan biopori juga diharapkan dapat mendorong masyarakat mengelola sampah organik secara mandiri, baik di lingkungan rumah tangga maupun fasilitas umum.
Program pemasangan biopori merupakan bagian dari upaya KKN Tematik 116 Unhas dalam mendukung adaptasi terhadap perubahan iklim di Kelurahan Rijang Pittu, khususnya dalam menghadapi curah hujan tinggi serta meningkatkan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN berharap masyarakat dapat mengadopsi dan menerapkan teknologi biopori secara mandiri di lingkungan masing-masing, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan setelah masa penugasan KKN berakhir. (MDS)
























