Desak Transparansi, Satria Tubarania Kecam Pemadaman Bergilir PLN di Tengah Musim Kemarau

MAKASSAR, KOSONGSATUNEWS.COM – Pemadaman listrik bergilir di Kota Makassar kembali memicu keresahan warga. PT PLN ULP Karebosi menyebut pemadaman terjadi akibat penurunan kemampuan pasokan dan pemeliharaan infrastruktur, sehingga manajemen beban harus dilakukan secara terbatas.

Dalam pemberitahuannya, PLN juga mengingatkan bahwa jadwal padam dan nyala dapat berubah sewaktu-waktu, menyesuaikan kondisi sistem kelistrikan Sulselrabar.

Sejumlah wilayah terdampak di antaranya `Jalan Sultan Hasanuddin, Ali Malaka, Botolempangan, Chairil Anwar, Ranggong, Sunu, Maccini Raya, Urip Sumoharjo, Paotere, Gunung Latimojong, Andalas, Berwajah, Pelabuhan, Tinumbu, hingga Teuku Umar`. Sebagian wilayah dilaporkan sudah kembali normal antara pukul 12.55 hingga 16.24 WITA, sementara titik lain belum mendapat kepastian waktu penyalaan.

#### *Satria Tubarania: Jangan Bebani Rakyat Saat Cuaca Panas*
Ketua Umum Satria Tubarania Indonesia, *Dg. Emba*, mengecam keras kebijakan pemadaman bergilir yang dilakukan di tengah cuaca panas dan musim kemarau.

“Semestinya PLN tidak melakukan pemadaman secara bergilir di tengah musim kemarau. Dampaknya luas, bukan hanya merugikan masyarakat, tapi juga usaha, industri, hingga pelayanan publik,” tegas Bang Emba saat ditemui di Warkop Cahaya, Jalan Tentara Pelajar, Makassar.

Ia menilai kondisi ini berisiko tinggi dan mendesak manajemen PLN Sulselrabar untuk bersikap terbuka.
“Kami minta dijelaskan secara gamblang. Apa penyebab turunnya pasokan? Bagaimana kondisi pembangkit dan jaringannya? Apa strategi PLN agar ini tidak terulang?” ujarnya.

Lebih lanjut, Bang Emba menyoroti tanggung jawab pimpinan.
“General Manager PLN UID Sulselrabar harus bertanggung jawab terhadap kualitas pelayanan. Kalau memang tidak mampu, ya dievaluasi. Kalau perlu diganti atau dicopot,” katanya tegas.

#### *PLN: Demi Keandalan Jangka Panjang*
Di sisi lain, PLN menyatakan pemeliharaan ini adalah bagian dari upaya meningkatkan keandalan pasokan listrik secara berkelanjutan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari PLN UID Sulselrabar terkait seluruh poin kritik yang disampaikan.

Masyarakat kini menunggu 2 hal dari PLN: *penjelasan transparan* soal kondisi sistem kelistrikan dan *kepastian jadwal* padam-nyala agar aktivitas warga, UMKM, dan industri tidak lumpuh.

_Laporan: Andi Umar_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *