SIDRAP, KOSONGSATUNEWS.COM, — Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) terus menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah mitra. Salah satunya berlangsung di SMP Negeri 6 Pangsid, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Memasuki tahapan praktik pembelajaran, mahasiswa PPG UMS Rappang mengikuti kegiatan berbagi pengalaman dan penguatan PPL bersama Guru Pamong Andi Nurlaelah, S.Pd., M.Pd di SMP Negeri 6 Pangsid, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pengalaman selama menjalani praktik di kelas sekaligus mendapatkan masukan dari guru pamong. Berbagai hal dibahas, mulai dari pengalaman menghadapi peserta didik, pengelolaan kelas, pelaksanaan pembelajaran, hingga kendala yang ditemui selama PPL.
Salah satu mahasiswa PPL, Muhammad Irsyad Hidayat, mengatakan kegiatan bersama guru pamong memberikan pengalaman berharga bagi dirinya dalam memahami kondisi pembelajaran secara langsung.
Menurutnya, pengalaman berada di lingkungan sekolah membuat mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan teori yang diperoleh selama mengikuti pendidikan profesi, tetapi juga dituntut mampu beradaptasi dengan karakter peserta didik dan situasi kelas.
“Selama mengikuti PPL, kami mendapatkan banyak pengalaman baru, terutama dalam menghadapi karakter peserta didik yang berbeda-beda. Kami juga belajar bagaimana mengelola kelas dan menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kondisi siswa,” ujar Irsyad.
Ia menambahkan, arahan dan evaluasi dari guru pamong menjadi bekal penting untuk meningkatkan kemampuan mengajar sebelum mahasiswa menjalankan pembelajaran secara lebih mandiri.
“Masukan dari guru pamong sangat membantu kami untuk mengetahui kekurangan dalam proses pembelajaran dan apa yang perlu diperbaiki ke depannya,” katanya.
Sementara itu, Guru Pamong Andi Nurlaelah, S.Pd., M.Pd., mengatakan pendampingan mahasiswa PPL menjadi bagian penting dalam proses pembentukan kompetensi calon guru.
Menurutnya, mahasiswa perlu memanfaatkan PPL sebagai kesempatan untuk belajar secara langsung dari lingkungan sekolah, termasuk memahami karakter peserta didik, membangun komunikasi, mengelola kelas, serta menyusun pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
“Mahasiswa PPL harus banyak belajar dari pengalaman selama berada di sekolah. Tidak hanya bagaimana menyampaikan materi, tetapi juga bagaimana memahami karakter peserta didik dan menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman,” ujar Andi Nurlaelah.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk terbuka terhadap masukan dan melakukan refleksi terhadap setiap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.
“Kalau ada kekurangan, jangan takut untuk memperbaikinya. Setiap proses pembelajaran menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk membentuk mereka menjadi guru yang profesional,” katanya.
Andi Nurlaelah berharap mahasiswa PPG UMS Rappang dapat mengikuti seluruh rangkaian PPL dengan disiplin, penuh tanggung jawab, dan aktif berkolaborasi dengan guru di sekolah.
“Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, terus belajar, menjaga etika dan kedisiplinan, serta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama mengikuti PPG. Semoga pengalaman PPL ini menjadi bekal ketika nantinya mereka benar-benar terjun menjadi guru,” pungkasnya.
PPL mahasiswa PPG UMS Rappang di SMP Negeri 6 Pangsid merupakan bagian dari rangkaian pendidikan profesi yang berlangsung selama Agustus hingga Oktober 2026. Kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai calon guru profesional.(MDS)





















