Peringati Maulid Nabi, Pemkab Majene Angkat Semangat Persatuan dan Kepedulian

MAJENE, 14 September 2026 – Pemerintah Kabupaten Majene menggelar peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah dengan penuh kekhusyukan dan kehangatan di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Majene, Senin (14/9/2026). Kegiatan mengusung tema: “Maulid Nabi Muhammad SAW Sebagai Momentum Sejarah Menumbuhkan Persatuan dan Kepedulian Dalam Mewujudkan Majene Yang Maju, Mandiri, dan Berbudaya”.

Acara berlangsung mulai pukul 08.55 Wita di Jalan Tenno Heiko, Kelurahan Pangali-Ali, Kecamatan Banggae, bekerja sama dengan MUI, PHBI, BKMT, Dharma Wanita Persatuan, PKK, DMI, dan BAZNAS Kabupaten Majene. Dipimpin langsung Bupati Majene Dr. H. A. Achmad Syukri, S.E., M.M., kegiatan dihadiri sekitar 200 orang yang terdiri dari unsur pimpinan daerah, TNI‑Polri, tokoh agama, masyarakat, pemuda, perempuan, serta warga umum dan tamu undangan.

Turut hadir Wakil Bupati Majene Dr. Hj. Andi Rita Mariani, M.Pd., jajaran perwakilan Kodim dan Polres, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, Sekretaris Daerah, Kepala Kantor Kemenag, Ketua BAZNAS/MUI, para pejabat tinggi, kepala perangkat daerah, camat se‑Kabupaten, serta Ketua Tim Penggerak PKK dan pengurus majelis taklim.

Kegiatan berjalan tertib dibuka dengan pembacaan Ayat Suci Al‑Qur’an dan lantunan shalawat. Laporan ketua panitia disampaikan oleh Hj. Najibah Bachit Fattah yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial.

Dalam sambutannya, Bupati Majene menekankan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sarana menumbuhkan kecintaan, meningkatkan ketakwaan, serta meneladani akhlak mulia Rasulullah. “Mari perbaiki diri dan amalkan nilai kejujuran, kasih sayang serta persaudaraan. Jaga persatuan, kerukunan dan keamanan sebagai fondasi utama membangun daerah,” ajaknya. Beliau juga berharap teladan Nabi menjadi pedoman hidup dan membawa keberkahan bagi seluruh warga Majene.

Hikmah Maulid disampaikan oleh Drs. H. Mustamin, S.Ag., Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Ia menekankan pentingnya mengamalkan akhlak Nabi yang jujur, amanah, dan adil, serta menyatukannya dengan nilai budaya luhur seperti gotong royong dan penghormatan kepada orang tua agar tercipta masyarakat yang harmonis dan beradab.

Puncaknya ditandai dengan penyerahan santunan dan bantuan bagi warga yang membutuhkan serta dukungan pembangunan masjid, sebagai wujud nyata kepedulian sosial. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin Kepala Bagian Pemerintahan H. Gazali, dan selesai pukul 11.05 Wita dalam keadaan aman, tertib, dan penuh suasana islami.

Laporan Tenri Aya/ H.Yahya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *