SIDRAP, KOSONGSATUNEWS.COM — Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) mengikuti Mentoring Praktik Pembelajaran Mandiri Siklus 1 di SMP Negeri 6 Pangsid, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pendampingan mahasiswa PPG dalam melaksanakan praktik pembelajaran secara mandiri di sekolah.
Mentoring dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Yusmah, M.Hum., Guru Pamong Andi Nurlaelah, S.Pd., M.Pd., serta Kepala SMP Negeri 6 Pangsid H. Nurdin, S.Pd., M.Pd.
Guru Pamong Andi Nurlaelah mengatakan, kegiatan mentoring menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pendampingan sekaligus evaluasi selama menjalankan praktik pembelajaran di sekolah.
“Mentoring ini penting untuk melihat secara langsung bagaimana mahasiswa menerapkan pembelajaran di kelas. Kami memberikan pendampingan sekaligus masukan agar proses pembelajaran yang dilakukan semakin baik,” kata Andi Nurlaelah.
Menurutnya, mahasiswa PPG tidak hanya perlu menguasai materi yang diajarkan, tetapi juga harus mampu memahami karakter peserta didik dan menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan siswa.
“Mahasiswa perlu terus belajar bagaimana mengelola kelas, membangun komunikasi dengan peserta didik, dan menciptakan pembelajaran yang aktif serta menyenangkan. Pengalaman di sekolah ini menjadi bagian penting dalam proses tersebut,” jelasnya.
Andi berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kegiatan praktik pembelajaran mandiri sebagai ruang untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan sebelum terjun sepenuhnya sebagai tenaga pendidik.
“Kami berharap mahasiswa dapat terus melakukan refleksi dari setiap proses pembelajaran. Apa yang sudah baik dipertahankan dan apa yang masih kurang dapat diperbaiki pada praktik berikutnya,” ujarnya.
Sementara itu, DPL Dr. Yusmah, M.Hum. menjelaskan, mentoring merupakan bagian dari proses pendampingan mahasiswa PPG untuk memastikan praktik pembelajaran yang dilakukan berjalan sesuai dengan tujuan program.
“Mentoring ini merupakan bagian dari proses untuk mendampingi mahasiswa dalam melaksanakan praktik pembelajaran mandiri. Kami melihat prosesnya, memberikan penguatan, sekaligus membantu mahasiswa melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan,” terang Yusmah.
Ia menambahkan, pengalaman praktik di sekolah menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama mengikuti pendidikan PPG.
“Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori. Mereka harus mampu mengimplementasikan pengetahuan tersebut dalam situasi pembelajaran yang nyata. Karena itu, pengalaman praktik di sekolah sangat penting,” katanya.
Yusmah juga mendorong mahasiswa untuk terbuka terhadap masukan dari DPL maupun guru pamong. Menurutnya, evaluasi yang diberikan selama mentoring dapat menjadi bahan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada siklus berikutnya.
“Kami berharap mahasiswa dapat menerima setiap masukan sebagai bagian dari proses belajar. Jangan melihat evaluasi sebagai kekurangan, tetapi sebagai bahan untuk terus memperbaiki dan mengembangkan kompetensi sebagai calon guru profesional,” tuturnya.
Ia berharap seluruh rangkaian praktik pembelajaran mandiri dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi mahasiswa PPG.
“Harapannya, setelah melalui proses ini mahasiswa semakin percaya diri, semakin matang dalam mengelola pembelajaran, dan memiliki kesiapan untuk menjadi guru yang profesional serta mampu memberikan pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik,” pungkasnya. (MDS)














