Daya Tarik IAS Bikin Kepala Daerah & Politisi Satu Persatu Mulai Masuk Golka

MAKASSAR-Sejumlah kepala daerah dan politisi dari berbagai latar belakang partai politik mulai berbondong-bondong mendekat dan bergabung dengan Partai Golkar Sulawesi Selatan. Langkah ini terjadi seiring konsolidasi internal yang dipimpin Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), yang dinilai memiliki daya tarik kuat bagi para figur politik pada Jumat (25/9/20

Pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Sukri, menegaskan ketokohan IAS menjadi salah satu magnet utama yang mendorong banyak tokoh berpindah kendaraan politik.

“Daya tarik IAS menjadi salah satu magnet penentu banyaknya kepala daerah dan politisi partai lain berpindah untuk bergabung menjadi kader Partai Golkar Sulsel,” ujar Prof. Sukri, Kamis (24/9/2026).

Menurut Sukri, keterbukaan Golkar terhadap figur dengan latar belakang berbeda serta kesesuaian visi-misi menjadi pertimbangan utama. Para kepala daerah dan politisi melihat Golkar memberikan ruang yang luas untuk bersiap menghadapi kontestasi politik mendatang.

“Boleh jadi, ini menjadi persiapan para politisi dan kepala daerah untuk mempersiapkan diri maju di Pemilu mendatang. Maka mereka mencari partai yang sesuai untuk menghadapi persaingan politik nantinya,” jelasnya.

Konsolidasi di bawah kepemimpinan IAS berjalan beriringan dengan penyegaran struktur organisasi. Setelah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel dalam Musda XI pada 18 Juli 2026 untuk periode 2026–2031, IAS memperkenalkan susunan pengurus baru: Rahman Pina sebagai Sekretaris, Supriansa sebagai Ketua Harian, dan Amirullah Nur sebagai Bendahara Umum.

IAS juga menyatakan akan bersinergi dengan jajaran pengurus, termasuk Supriansa, untuk membesarkan kembali Partai Golkar di Sulawesi Selatan.

Prof. Sukri menambahkan, meski pengaruh IAS sangat besar, keputusan untuk bergabung tetap merupakan pilihan politik masing-masing figur. Nama besar partai, ketersediaan ruang politik, serta kesesuaian visi-misi menjadi pertimbangan mendasar para tokoh sebelum memutuskan pindah haluan.

“Mungkin para politisi dan para kepala daerah melihat Golkar sejalan dengan visi dan misinya, dan Golkar menjadi partai politik yang memberi mereka ruang untuk bertarung di Pemilu mendatang,” pungkasnya. (Sultan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *