WALIKOTA ANDREI ANGOUW TERINDIKASI “KHIANATI” YSK. PADAHAL SELAMA INI KELIHATAN “MESRA”

Manado,Sulut. Sebelum dan sesudah pelantikan Seluruh Kepala Daerah yang terpilih, oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Pebruari 2025 lalu, kedekatan Walikota Manado Andrei Angouw (AA) dan Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK), kelihatan sangat “mesra” sekali. Bagaikan Gula dan Semut, karena dibanyak kesempatan, dimana ada YSK pasti di situ ada AA. Bahkan saat akan Retreat, mungkin Walikota AA Kepala Daerah pertama dari Partai PDIP yang Menyatakan diri untuk ikut ke Magelang bersama YSK padahal ada “larangan” dari Megawati waktu itu, kemudian berfoto berdua dengan memakai “Seragam Tentara” dan posting di medsos.

Terkesan sebegitu dekatnya YSK dan AA, sampai sampai beredar rumor bahwa Andrei Angouw akan “lompat pagar” dan memimpin Partai Gerindra Kota Manado.

Namun pada saat ini melihat adanya gonjang ganjing terkait Pembentukan Koperasi Merah Putih yang banyak kejanggalan, terkesan Walikota mengkhianati YSK. Karena tindakan dari Lurah Lurah se Kota Manado terindikasi ada perintah khusus dari Walikota AA. “Dapa lia ini Walikota rupa so berkhianat pa Gubernur”
Buktinya banyak komplain dari masyatakat bahwa Pengurus Koperasi Merah Putih 90% di huni oleh orang orang dan tim sukses dari Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur SK-DT dari Partai Merah, kata Noldy R dan Iwan M kemarin Kamis 5/6/2025 saat berbincang dengan wartawan kosongsatunews.com.

Demikian juga yang dikatakan Jusnita dan Palco, Pemilihan Pengurus Koperasi Merah Putih tidak sesuai Juklak dan Aturan yang ada, karena hampir semua Pengurus adalah orang orang dekat Anggota Dewan, Camat, Lurah dan tim sukses dari Partai berlogo Kepala Banteng Moncong Putih saat Pilcaleg dan Pilkada lalu. Pemilihannya juga tidak transparan. Ini namanya Koperasi “Merah Sasaja” dan seorang Walikota AA rupa kase biar ini kejadian, dia pura pura nyada tau seperti ada pembiaran, kata mereka dengan dialek Manado yang kental.

Melihat gejolak Pembentukan Koperasi Merah Putih di Kota Manado dan Sekitarnya yang berpolemik terhadap Pengurusnya, di harapkan kepada Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Instansi terkait dengan timnya untuk turun lapangan memonitor dan Evaluasi persoalan ini serta ada Solusi, mungkin karena mengejar waktu dan target Pembentukan KMP (Koperasi Merah Putih) sehingga banyak hal serupa terjadi di beberapa Kabupaten dan Kota lain di Sulawesi Utara. (ss)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *