MAMASA — Gelombang kekhawatiran terhadap arus keluar uang dari Kabupaten Mamasa terus menguat. Melalui pernyataan resminya, Ryan Mewa’, perwakilan Sinergi Muda Mamasa menyoroti dampak serius keberadaan jaringan waralaba modern seperti Indomaret dan Alfamidi terhadap perekonomian lokal.
Menurut Ryan, setiap hari uang masyarakat Mamasa mengalir deras keluar daerah melalui delapan gerai waralaba modern yang beroperasi di Kab. Mamasa, terdiri atas enam gerai Indomaret dan dua Alfamidi. Berdasarkan temuan lapangan, satu toko dapat meraup pendapatan hingga Rp20 juta per hari. Jika dikalkulasikan, totalnya mencapai sekitar Rp4,8 miliar per bulan atau hampir Rp5 miliar uang masyarakat Mamasa yang “terbang” ke luar daerah setiap bulannya.
“Uang sebesar itu tidak lagi berputar di pasar tradisional, tidak memperkuat UMKM, tidak membantu petani, pedagang kecil, atau pengusaha lokal. Justru semuanya mengalir keluar, meninggalkan Mamasa dengan ekonomi yang kian lesu,” ujar Ryan Mewa’.
Ryan menambahkan, dampak dari kondisi ini mulai dirasakan masyarakat secara langsung. Warung kecil kehilangan pelanggan, pelaku UMKM kesulitan bertahan, dan perputaran ekonomi lokal pun tersendat. Ia menilai bahwa fenomena ini mengancam kemandirian ekonomi Mamasa dalam jangka panjang.
“Kini kita harus jujur bertanya: apakah kita rela melihat Mamasa miskin di tanahnya sendiri, sementara keuntungan besar dibawa pergi oleh jaringan ritel raksasa?” tegasnya.
Sebagai langkah nyata, Sinergi Muda Mamasa mendesak Pemerintah Kabupaten Mamasa untuk segera membatalkan izin operasional Indomaret dan Alfamidi, serta mengusir kedua jaringan waralaba tersebut keluar dari wilayah Mamasa.
Selain itu, mereka meminta pemerintah memprioritaskan kebijakan perlindungan terhadap pelaku usaha lokal dan UMKM, yang dinilai sebagai tulang punggung utama perekonomian daerah.
Ryan menutup pernyataannya dengan ajakan kepada seluruh masyarakat Mamasa untuk kembali menumbuhkan kedaulatan ekonomi lokal.
“Mari kita kembalikan kedaulatan ekonomi Mamasa kepada rakyat Mamasa. Belanjalah di warung, dukung usaha lokal, dan pastikan uang kita berputar di tanah kita sendiri,” pungkasnya. (Ayu)



































