RAPI Lokal 01 Malunda-Ulumanda Dibentuk, Target Pengukuhan Resmi dalam Tiga Bulan

MAJENE — Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 01 Majene terus memperkuat struktur organisasinya hingga ke tingkat lokal sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan komunikasi darurat di wilayah rawan bencana. Bertempat di kediaman Darsono JZ 34 ATN, lingkungan Karawaca, Malunda, RAPI Wilayah 01 resmi menetapkan Pengurus Sementara RAPI Lokal 01 Malunda-Ulumanda.

Penetapan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) II RAPI Majene. Ketua terpilih RAPI Wilayah 01 Majene, Misbahuddin Mansur, S.Sos., menegaskan bahwa pembentukan kepengurusan lokal adalah langkah strategis dalam memperluas jaringan komunikasi berbasis kebencanaan dan kemanusiaan.

Dalam sambutannya, Misbahuddin—yang juga menjabat sebagai Camat Banggae Timur—menekankan pentingnya legalitas penggunaan perangkat komunikasi bagi seluruh anggota.
“RAPI adalah organisasi resmi yang diakui oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Karena itu, setiap anggota wajib memiliki izin resmi, dan perangkat radio yang digunakan harus bersertifikat,” tegasnya.

Struktur Pengurus Sementara RAPI Lokal 01 Malunda-Ulumanda

Ketua: Darsono (JZ 34 ATN)

Sekretaris: Sahlan (JZ 34 ATO)

Bendahara: Akmal (JZ 34 ANO)

Surat Keputusan (SK) pengangkatan pengurus sementara diserahkan langsung oleh Ketua RAPI Wilayah 01 Majene, disaksikan oleh jajaran Biro Organisasi, Biro Kebencanaan, dan Biro Hukum RAPI Wilayah 01. Pada kesempatan tersebut, perwakilan biro menyampaikan dukungan penuh kepada kepengurusan baru serta menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun sistem komunikasi darurat yang responsif dan tangguh di wilayah Malunda dan Ulumanda.

Target Pengukuhan dalam Tiga Bulan

Pengurus sementara diberikan masa kerja tiga bulan untuk menyusun struktur organisasi lengkap, menyosialisasikan program-program strategis, serta mempersiapkan pelantikan resmi. Kehadiran RAPI Lokal 01 Malunda-Ulumanda diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mendukung komunikasi kedaruratan, terutama pada penanggulangan bencana alam yang kerap terjadi di kawasan tersebut. (H.Kr.M.Yahya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *