Warga Desa Malabo Keluhkan Pangkalan Elpiji 3 Kg yang Selalu Tutup dan Diduga Tidak Layani Warga Secara Adi

MAMASA — Keluhan terhadap pelayanan salah satu pangkalan gas elpiji 3 kg di Desa Malabo, Kecamatan Tanduk Kalua, Kabupaten Mamasa, terus berdatangan dari warga. Selain dugaan pelayanan tidak merata, warga menyoroti bahwa pangkalan tersebut hampir selalu tutup dan jarang sekali dibuka untuk masyarakat.

Warga mengungkapkan bahwa pemilik pangkalan berinisial R, yang disebut sebagai ASN dan istri anggota TNI, sering tidak memberikan layanan terbuka sesuai kewajiban. Pangkalan dilaporkan lebih sering tutup meski jadwal distribusi elpiji telah ditetapkan.

“Pangkalan itu selalu tutup, tidak pernah benar-benar terbuka untuk warga. Kalau ada tabung datang, lebih banyak dibawa ke rumahnya,” ungkap salah satu warga pada Selasa, 25 November 2025.

Keluhan warga muncul setelah laporan LSM terkait dugaan pembagian elpiji yang tidak merata di pangkalan tersebut. Warga juga mengeklaim bahwa pemilik pangkalan sempat marah-marah di jalan dan mengeluarkan ucapan yang tidak pantas setelah mengetahui adanya laporan.

Selain itu, warga menduga sebagian tabung subsidi dibawa ke rumah pribadi pemilik pangkalan dan dijual kembali dengan harga lebih tinggi daripada harga eceran yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, pemilik pangkalan belum memberikan klarifikasi resmi terkait berbagai tuduhan tersebut.

Warga Desa Malabo mendesak instansi terkait—termasuk Dinas Perdagangan dan aparat penegak hukum—untuk melakukan pemeriksaan, meninjau ulang izin pangkalan, serta mengambil tindakan apabila ditemukan pelanggaran terhadap aturan distribusi elpiji bersubsidi. (Ayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *