TANATORAJA – KOSONG SATU. Pelaksanaan proyek rabat beton, jalan Ratte – Talinga Batu sepanjang 100 meter dengan biaya Rp. 199.844.500 bersumber dari anggaran dana Desa Kembang Ratte, dinilai kemahalan dan diduga terjadi penyimpangan konstruksi.
Desa Lembang Ratte, masuk dalam wilayah Kecamatan Masanda Kabupaten Tana Toraja mengucurkan anggaran ratusan juta rupiah bersumber dari dana Desa tahun 2025 untuk peningkatan jalan desa menuai protes dari warga setempat.
Protes ini dipicu, akibat penggunaan material dalam pelaksanaan proyek jalan beton Desa Lembang Ratte tidak sesuai untuk konstruksi rabat beton, selain itu rancangan biaya proyek tersebut sangat kemahalan melebihi anggaran konstruksi jalan beton.

Dari pantauan wartawan media ini bersama warga setempat siang tadi, Sabtu ( 29/11/2025 ) dilokasi proyek, ditemukan tumpukan material berupa pecahan batu yang tidak menyerupai kerikil atau batu pecah olahan pabrik ( chipping)
” Kalau disini, kami sebut ini batu mati yang tidak pernah digunakan untuk bahan bangunan apalagi untuk campuran cir beton. Selain batunya rapuh, juga berpori sehi gga sulit menyatu dengan semen. Batu seperti ini biasanya di jadikan timbunan,” jelas salah satu warga yang tidak mau namanya di publikasikan.
Dari analisa pengusaha konstruksi, proyek rabat beton Desa Lembang Ratte sangat fantastis penggelembungan anggarannya, sehingga di taksir proyek tersebut paling tinggi menghabiskan anggaran 35 juta hingga 50 juta rupiah.
Sebagai perbandingan pekerjaan rabat beton dengan konstruksi mutu beton K-175 atau k K-225 dengan metode menggunakan jasa borongan atau ready mix dengan volume sesuai yang tercantum di papan proyek rabat beton Desa Lembang Ratte, berukuran panjang 3m, lebar 1m, dan tebal 0,15m, biayanya hanya 800 ribu hingga 1 juta rupiah per meter.
“Jadi jika volume rabat beton itu sepanjang 100 meter, najanhanya menghabiskan dana antara 80 juta hingga 100 juta. Itu konstruksi jalan beton, seperti yang digunakan untuk jalan provinsi dan jalan negara,” ujar Arif salah satu pengusaha konstruksi.
Arif menambahkan, jika proyek jalan rabat beton di Desa Kembang Ratte menggunakan spesifikasi konstruksi dengan sistim pengecoran manual, tang lazim digunakan untuk jalan desa, biayanya hanya kisaran 300 ribu hingga 400 ribu rupiah. Estimasinya,anggaran untuk rabat beton berukuran panjang 3m, lebar 1m, dan tebal 0,15m adalah sekitar Rp 300.000 hingga Rp 400.000,
“Kalau menggunakan standar konstruksi jalan dengan rabat beton untuk jalan desa, naja total biaya proyek rabat beton di Desa Lembang Ratte hanya kisaran 40 juta rupiah. Tapi jika material seperti itu digunakan, bisa sampai 30 juta biaya tang digunakan.
(Julius Taruk)







