Rehab Asrama Mamasa di Makassar Molor, Mahasiswa Protes Pemda Dinilai Lalai

MAKASSAR — Mahasiswa penghuni Asrama Mahasiswa Mamasa di Kota Makassar mengaku kesal dan kecewa atas lambannya proses rehabilitasi gedung asrama yang hingga kini tak kunjung rampung. Pekerjaan yang dimulai sejak akhir Desember tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas dan kenyamanan mahasiswa yang tinggal di dalamnya.

Sejumlah mahasiswa menyebut proses pengerjaan berjalan tanpa kejelasan waktu penyelesaian. Kondisi bangunan yang belum sepenuhnya layak, material bangunan yang masih berserakan, serta aktivitas tukang yang berlangsung hampir setiap hari membuat suasana asrama tidak kondusif sebagai tempat tinggal maupun belajar.

“Sudah hampir berbulan-bulan dikerjakan, tapi sampai sekarang belum selesai. Kami yang tinggal di asrama sangat terdampak. Aktivitas belajar terganggu, istirahat pun tidak nyaman,” ungkap salah satu penghuni asrama.

Kritik keras juga disampaikan oleh HERY VIRGO yang menilai Pemerintah Daerah (Pemda) Mamasa tidak serius dalam menangani fasilitas penunjang pendidikan bagi mahasiswanya di perantauan.

“Pemda Mamasa seharusnya memiliki komitmen yang jelas terhadap kesejahteraan mahasiswa. Asrama ini bukan sekadar bangunan, tetapi menjadi rumah bagi mahasiswa Mamasa yang sedang menempuh pendidikan di Makassar. Lambannya rehabilitasi ini menunjukkan lemahnya perencanaan dan pengawasan,” tegas HERY VIRGO.

Menurutnya, jika proyek rehabilitasi telah direncanakan sejak akhir tahun lalu, seharusnya sudah ada target waktu yang jelas dan pengawasan ketat agar pekerjaan dapat selesai tepat waktu. Ia mempertanyakan transparansi anggaran serta manajemen proyek yang dinilai tidak profesional.

“Kalau memang ada kendala teknis atau administrasi, seharusnya disampaikan secara terbuka kepada mahasiswa. Jangan sampai mahasiswa menjadi korban ketidakjelasan dan kelalaian pemerintah daerah sendiri,” lanjutnya.

Mahasiswa berharap Pemda Mamasa segera mengambil langkah tegas dengan mempercepat penyelesaian pekerjaan serta memastikan standar kelayakan hunian terpenuhi. Mereka juga meminta adanya komunikasi resmi dari pemerintah daerah terkait progres pekerjaan dan kepastian waktu penyelesaian.

Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemda Mamasa terkait alasan keterlambatan rehabilitasi tersebut. (Ayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *