Mitra Pengecer Beras SPHP Bulog Bone Mendadak Terhapus, Potensi Munculkan Mitra Fiktif.

BONE – KOSONG SATU. Sejumlah Mitra Bulog Pengecer beras keberatan atas tindakan pihak Bulog Cabang Bone yang tiba tiba menghapus data Mitra sebagai pengecer beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) sehingga mereka tidak bisa lagi mendapatkan beras dalam program SPHP untuk dijual ke masyarakat.

Salah satu Mitra Bulog pengecer beras saat di temui di Kantor Bulog Cabang Kabupaten Bone, Kamis 12 Februari, bermaksud akan melakukan order beberapa zak beras SPHP untuk di jual, namun sangat kecewa saat staf Bulog menyampaikan kalau tidak terdaftar lagi namanya dalam sistem sebagai Mitra Bulog pengecer beras.

” Konyolnya, saat saya menyerahkan rekomendasi order beras, saya disuruh beli materai untuk tanda tangan beberapa dokumen sebagai syarat order beras SPHP. Saat saya balik ke kantor ini serahkan 2 lembar materai, tiba tiba disampaikan kalau nama saya tidak terdaftar sebagai Mitra Bulog pengecer beras. Padahal tahun lalu saya aktif mengorder dan mengecer beras SPHP dan nama saya terdaftar, tapi kenapa tiba tiba hilang,” ungkap salah satu mitra Bulog pengecer beras kepada media ini, saat di temui di ruang pelayanan kantor Bulog Cabang Bone, Kamis ( 12/2)2026 ).

Saat wartawan media ini berusaha mengorek keterangan dan identitasnya, mitra Bulog tersebut keberatan dipublikasikan identitasnya. ” Tidak usah ditulis identitas saya, nanti tambah dipersulit saya,” katanya.

Pimpinan Cabang ( Pimca ) Bulog Bone, Andi Iskandar saat akan di konfirmasi, tidak bersedia di temui dengan berbagai alasan. Sebelumnya, salah satu staf Bulog Bone, menpersilahkan wartawan media ini untuk menunggu, karena sementara ada di benahi di ruangannya.

Sekira 15 menit menunggu di ruang pelayanan Bulog Bone, kembali staf bulog keluar dari ruangan Pimpinan Cabang menemui wartawan media ini dengan membawa pesan jika Pinca tidak bisa di temui. “Pak Pimca lagi sakit, tidak bisa di temui ini hari,’ katanya.

Tertutupnya Pimca Bulog Bone memberikan keterangan seputar hilangnya nama beberapa mitra Bulog pengecer beras, menimbulkan kecurigaan masyarakat.

“Tindakan terhapusnya data beberapa mitra Bulog pengecer beras di Bulog Cabang Bone, terindikasi akan adanya pedagang fiktif untuk diselipkan menggantikan posisi mitra yang ada sebelumnya. Dan ini bisa jadi modus akan terjadinya penyimpangan beras SPHP, ” ujar Rahman salah satu warga Bone yang di temui di kantor Pinca Bulog Bone.

Informasi yang di himpun media ini, Andi Rahman baru sepekan menjabat Pimpinan Bulog Cabang Bone. Sebelumnya merupakan staf Bulog Sulbar.

Karirnya meroket dari staf biasa ke pucuk pimpinan Bulog Cabang Bone menuai tanda tanya. Selain belum berpengalaman memimpin, kondisi kesehatan Abdi Rahman yang sering sakit, bisa menperburuk kinerja Bulog Cabang Bone. Ini di buktikan dengan hilangnya data Mitra Bulog secara mendadak. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *