SINJAI — Berawal sengketa lahan sekitar 15 are, antara Ahmad Patunrosi dan Usman, Marlinda. Terletak pada Desa Kaloling. Kecamatan Sinjai Timur. Kabupaten Sinjai. Sulawesi Selatan.. Sepakat àdakan pertemuan di Kantor Desa, sembari membuka buku F sebagai bukti, atas hak tanah tersebut.
Namun anehnya, sebelum di buka buku F, pihak Aparat Desa meminta pada bersengketa Ahmad dan Marlinda, membayar Rp 250.000 (Dua ratus lima pulu ribuh rupiah), katanya, Keluh Andi Fajrin Pengacara Ahmad.

Buku F pun dibuka, di saksikan banyak pihak, Persil 35 diharap pihak Ahmad untuk di perlihatkan, tapi justru persil 38 yang di munculkan.
Dalam pada itu, sumber dari salah satu Pengacara yang akrab di sapa Pak Jun, mengaku setelah bertemu dengan Kades Kaloling, bahwa tanah Persil 38 adalah milik Patungrosi, bukan Persil 35, walaupun Andi Fajrin menyebut Persil 35 adalah milik Patunrosi (Ayah Ahmad) sedang Persil 38 adalah sawah yang berada di belakang rumah Usman.
“Ada 3 lokasi lahan milik Patunrosi yang terlihat dalam rinci, tapi tidak ada nama Patunrosi dalam persil 35, itu menurut Kades” kata Pak Jun.
Tapi belum menampakkan rinci milik, Patunrosi, namun rinci lain yang di pajang.
Ahmad mendengarkan laporan tersebut, nampak lemas, sembari berkata perlahan, di Media 01 “Menjadi lama proses sengketa ini”. Ujarnya lirìh. Waktu itu terungkap sesaat meyerahkan Sertifikat milik Marlinda yang di duga bodong, hingga dialog sambungrasa di Kantor Polsek Sinjai Timur.
Ironisnya, ada pengakuan Usman melalui surat pernyataan di Polsek Sinjai Timur, menyebut itu adalah tanah milik Patunrosi.
Usman dan Marlinda di sebut banyak pihak di Desa itu, sebelumnya adalah menumpak di tanah Patunrosi.
Ahmad sebagai Ahliwaris Patunrosi berharap masalah tanah seluas 15 are, dapat diselesaikan dengan bijak diatas kebenaran.
Tapi dugaan Pungli di Kantor Desa Kaloling, menjadi riak, yang sangat menyudutkan, bahkan telah menjadi perbincangan hangat di beberapa tempat. “Masa hanya membuka buku F harus bayar? Ini keterlaluan memeras rakyat.” Kata sumber dari Aparat Desa lainnya dengan kecewa. (**)












