Luarbiasa! Pertumbuhan Ekonomi Sidrap Tertinggi di Sulsel

KOSONGSATUNEWS.COM, SIDRAP, – Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mencatatkan capaian impresif dengan meraih peringkat pertama pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Selatan pada tahun 2025.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan ekonomi Sidrap mencapai 7,71 persen, tertinggi dari 24 kabupaten/kota di provinsi tersebut.

“Alhamdulillah, Kabupaten Sidenreng Rappang menjadi juara satu dalam pertumbuhan ekonomi tahun 2025 di Sulawesi Selatan. Ini berkat kerja keras semua pihak,” kata Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif pada Jumat,  27 Februari 2026.

Dalam daftar perbandingan pertumbuhan ekonomi 24 kabupaten/kota di Sulsel tahun 2025, posisi kedua ditempati Luwu dengan pertumbuhan 7,43 persen, disusul Wajo 7,16 persen dan Gowa 7,04 persen.

Sementara itu, sejumlah daerah lain seperti Jeneponto (6,59 persen), Luwu Utara (6,17 persen), dan Sinjai (6,05 persen) juga mencatatkan pertumbuhan di atas enam persen.

Di sisi lain, beberapa daerah berada di kisaran pertumbuhan empat hingga lima persen, seperti Makassar 5,34 persen, Barru 5,16 persen, dan Tana Toraja 5,01 persen. Adapun posisi terbawah ditempati Bantaeng dengan pertumbuhan 2,56 persen, di bawah Luwu Timur 3,7 persen dan Kepulauan Selayar 3,98 persen.

Capaian 7,71 persen ini menegaskan posisi Sidrap sebagai motor penggerak ekonomi baru di Sulsel.

Pertumbuhan tersebut menjadi indikator positif atas geliat sektor pertanian, perdagangan, dan sektor penunjang lainnya yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah berjuluk Bumi Nene Mallomo tersebut.

Dengan torehan ini, Sidrap tidak hanya memimpin secara statistik, tetapi juga memperkuat optimisme terhadap keberlanjutan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing di tingkat regional.

Menariknya, pertumbuhan ekonomi Sidrap pada tahun 2025 yang mencapai 7,71 persen, menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu delapan tahun terakhir, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Grafik pertumbuhan ekonomi Sidrap periode 2018–2025 menunjukkan tren yang fluktuatif. Pada 2018, pertumbuhan berada di angka 5,02 persen, kemudian melambat menjadi 4,65 persen pada 2019.

Tahun 2020 menjadi titik terendah dengan kontraksi minus 0,59 persen, dampak pandemi Covid-19 yang menekan aktivitas ekonomi secara nasional.

Memasuki 2021, ekonomi Sidrap mulai bangkit dengan pertumbuhan 5,54 persen. Namun pada 2022 kembali melandai di angka 4,86 persen, lalu turun lagi menjadi 3,28 persen pada 2023. Tren positif kembali terlihat pada 2024 dengan pertumbuhan 4,05 persen.

Puncaknya terjadi pada 2025, di mana pertumbuhan melonjak signifikan hingga 7,71 persen. Capaian ini tidak hanya menandai pemulihan penuh pascapandemi, tetapi juga menjadi rekor tertinggi dalam delapan tahun terakhir.

Kenaikan tajam pada 2025 mencerminkan penguatan sektor-sektor unggulan daerah, terutama pertanian, perdagangan, dan sektor jasa yang menjadi penopang utama perekonomian Bumi Nene Mallomo.

Dengan tren ini, Sidrap menunjukkan fondasi ekonomi yang semakin kokoh dan optimisme terhadap keberlanjutan pembangunan daerah ke depan.(MDS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *