HMI Mamasa Desak Penutupan SPPG Mambi: Menu Makan Bergizi Gratis Dinilai Tak Layak dan Manipulatif

KOSONGSATUNEWS.COM, MAMASA — Kericuhan terkait penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pecah di wilayah kerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mambi. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mamasa mendesak penutupan segera fasilitas tersebut menyusul temuan menu makanan yang dianggap jauh dari standar gizi dan sarat akan kejanggalan administratif.

Berdasarkan laporan masyarakat penerima manfaat, menu yang dibagikan untuk pemenuhan gizi selama tiga hari dinilai sangat memprihatinkan. Temuan di lapangan menunjukkan porsi yang didapatkan warga hanya berupa satu potong daging sapi berukuran kecil tanpa disertai asupan karbohidrat yang memadai seperti nasi.

*Jejanggalan Anggaran Fantastis*
Sorotan tajam tertuju pada dokumen laporan SPPG Mambi tertanggal 16 Maret 2026. Dalam dokumen “Porsi Besar (Menu Kering)” tersebut, ditemukan kesalahan fatal pada penginputan anggaran.

Meski rincian item jika dijumlahkan bernilai Rp 54.300, namun pada kolom total tertulis angka fantastis sebesar Rp 54.300.000,00 (lima puluh empat juta tiga ratus ribu rupiah) per paket.

_”ini bukan sekadar salah ketik, tapi indikasi ketidakprofesionalan dalam pengelolaan dana negara yang sangat besar. Bagaimana mungkin satu porsi makanan tertulis seharga 54 juta rupiah?” ujar Ketua Umum HMI Mamasa._

*Klaim Gizi yang Menyesatkan*
Selain masalah anggaran, validitas kandungan gizi dalam laporan tersebut juga dipertanyakan. Laporan mengklaim kandungan energi sebesar 846,54 kkal dan protein 30,02 gram. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan menu tersebut dimaksudkan untuk mencukupi kebutuhan selama tiga hari.

Secara medis, kebutuhan energi rata-rata manusia adalah 2.000 kkal per hari. Jika satu paket hanya berisi 846 kkal untuk tiga hari, maka penerima manfaat hanya mendapatkan sekitar 282 kkal per hari—angka yang masuk dalam kategori malnutrisi berat.

*Tuntutan Penutupan*
Atas dasar temuan tersebut, HMI Mamasa menyatakan sikap tegas:

1. Mendesak Pemerintah Pusat untuk segera mengevaluasi dan menutup SPPG Mambi karena dianggap gagal menjalankan amanah program MBG.
2. Meminta Audit Transparansi terkait perbedaan nilai total anggaran dalam dokumen laporan yang tidak masuk akal.
3. Menuntut Perbaikan Menu yang manusiawi dan sesuai standar kesehatan nasional, bukan sekadar pemberian daging satu potong dan minuman pelengkap.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Mambi belum memberikan klarifikasi resmi terkait kesalahan penulisan angka total pada dokumen tersebut maupun keluhan masyarakat mengenai porsi makanan yang tidak layak. (Ayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *