MANADO, Kasus Narkoba yang melibatkan Aparat Pemerintah di Kota Manado, yakni Ketua Lingkungan 1 (Ketling) Kelurahan Malendeng Kecamatan Paal Dua berinisial AAL alias Amri, telah mencoreng wajah pemerintah Kota Manado yang dipimpin oleh Walikota Andrey Angouw. Oknum Ketua Lingkungan (Ketling) tersebut tertangkap tangan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Manado di Terminal Malalayang beberapa waktu yang lalu memiliki dan menguasai 7 paket kecil dan 1 paket Narkotik jenis shabu sedang yang di simpan dalam pembungkus rokok.
Hal ini membuktikan lemahnya Bimbingan dan Pengawasan dari Pemimpin Wilayah yang merupakan atasan langsung dari Ketua Lingkungan yang bersangkutan yakni Lurah Malendeng Fanly Solang dan Camat Paal Dua Franky Mantis. 
Terlepas itu perbuatan individu dari Oknum Ketua Lingkungan ALL alias Amri, tetapi sebagai Ketua Lingkungan yang merupakan garda terdepan Pemkot Manado, yang kerjanya bersentuhan langsung dengan masyarakat di Lingkungan 1 Malendeng harusnya memberikan contoh yang baik dan menjadi panutan masyarakat.
Seharusnya Para Ketling secara rutin mendapat arahan dan bimbingan dari Camat dan Lurah setempat dalam melaksanakan pekerjaan. Dengan kejadian ini menunjukan Camat dan Lurah dinilai kurang maksimal dalam memimpin dan membimbing aparatnya. Apalagi menurut Info Camat Franky Mantis memegang dua Jabatan sekaligus, yakni sebagai Plt Camat Tikala dan Camat Paal Dua. Mungkin karena Merangkap dua Jabatan sehingga Franky tidak lagi Maksimal memimpin Aparat di Kecamatan Paal Dua kata warga yang di temui di seputaran Pasar Segar kemarin.
Kasus ini juga mendapat tanggapan dari dua Anggota DPRD Kota Manado, Sri Nanda Lamadau dan Ferdinan Dumais, mereka menyayangkan kejadian ini dan mempertanyakan kwalitas sumber daya manusia dari hasil seleksi Ketua Ketua Lingkungan sekarang ini. Gaji mereka sudah 5 juta tiap bulan, kenapa masih jadi sindikat Narkoba, ini sangat memalukan Pemerintah Kota Manado yang dipimpin Walikota Andrey Angouw dan Richard Sualang.
Ini adalah akibat dari Rekruitmen dan Seleksi Ketua Ketua Lingkungan yang asal asalan dan subjektif. Mereka (Ketling) ini kan Nilainya dalam Seleksi lalu Tertinggi semua, Kenapa ada mental mental seperti begini yang sangat memalukan. Itu karena hanya merekrut orang orang dari warna partai tertentu bukan karena kwalitas SDM nya mereka, dengan kejadian ini menjadi bahan Evaluasi Pemkot Manado, ke depan untuk Rekruitmen Ketua Ketua Lingkungan harus Selektif dan Objektif kata mereka. (ss)

















