Ketum DPP IMMIM dan Sekjen MUI Apresiasi Gerakan Baca Al-Qur’an ASN Parepare

KOSONGSATUNEWS.COM, PAREPARE — Gerakan membaca Al-Qur’an bagi aparatur sipil negara (ASN) Muslim yang digagas Pemerintah Kota Parepare mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk tokoh agama dan akademisi nasional.

Ketua Umum DPP IMMIM, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, menilai program tersebut merupakan langkah positif dalam membangun budaya birokrasi yang berintegritas dan berakhlak.

Menurutnya, ASN tidak hanya dituntut profesional dalam menjalankan tugas pemerintahan, tetapi juga harus memiliki karakter, moralitas, dan etika pelayanan yang baik kepada masyarakat.

“Program ini sangat baik karena tidak hanya menekankan profesionalitas ASN, tetapi juga pembinaan spiritual dan akhlak. Nilai-nilai Al-Qur’an seperti kejujuran, disiplin, dan amanah sangat penting diterapkan dalam budaya kerja pemerintahan,” ujarnya.

Wakil Rektor IV Universitas Muslim Indonesia itu juga menilai pendekatan religius di lingkungan birokrasi dapat membantu memperkuat pengendalian diri aparatur di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.

Apresiasi serupa disampaikan Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. H. Muhammad Bakri. Ia menilai kebijakan Pemerintah Kota Parepare tersebut merupakan langkah tepat dalam menghadirkan pelayanan publik yang berlandaskan etika dan nilai keagamaan.

“ASN adalah pelayan masyarakat. Karena itu, penguatan pemahaman Al-Qur’an bagi ASN Muslim sangat penting agar pelayanan publik berjalan dengan etika, tanggung jawab, dan nilai moral yang baik,” katanya.

Ia menegaskan bahwa program tersebut diperuntukkan khusus bagi ASN beragama Islam dan tetap menghormati keberagaman di lingkungan pemerintahan.

Menurutnya, kedekatan ASN Muslim terhadap Al-Qur’an diharapkan mampu membentuk budaya kerja yang lebih santun, jujur, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

Sementara itu, Pemerintah Kota Parepare menegaskan bahwa gerakan membaca Al-Qur’an bagi ASN Muslim merupakan bagian dari upaya pembinaan karakter aparatur agar tercipta birokrasi yang profesional sekaligus berakhlak. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *